Jakarta (ANTARA) - Pelari perempuan Indonesia berkesempatan mengikuti Nagoya Women’s Marathon 2027 di Nagoya, Jepang, setelah penyelenggara membuka 3.500 kuota internasional untuk ajang yang akan berlangsung pada 14 Maret 2027.
Dalam keterangan resminya, Rabu, pendaftaran internasional mulai dibuka pada Selasa (11/8) dengan sistem siapa cepat dia dapat, seiring peningkatan kapasitas peserta lomba menjadi 22.000 pelari atau bertambah 2.000 dibandingkan sebelumnya.
Nagoya Women’s Marathon merupakan ajang berstatus World Athletics Platinum Label dan tercatat dalam Guinness World Records sebagai maraton khusus perempuan terbesar di dunia.
Para peserta akan menempuh jarak 42,195 kilometer dengan start dan finis di Vantelin Dome Nagoya. Karakter lintasan yang relatif datar serta batas waktu tujuh jam membuat perlombaan itu dapat diikuti mulai dari pelari yang baru menjalani maraton pertama hingga mereka yang memburu catatan waktu terbaik.
Tingkat penyelesaian lomba juga tergolong tinggi. Pada edisi 2026, sebanyak 96,6 persen peserta mampu mencapai garis finis.
Nagoya Women’s Marathon pertama kali digelar pada 2012 dengan 13.114 peserta sebagai pengembangan dari Nagoya International Women’s Marathon, ajang elite yang sebelumnya menjadi salah satu jalur seleksi pelari Jepang untuk kompetisi internasional.
Perlombaan tersebut kemudian mencatat 21.915 peserta pada 2018 dan mendapatkan pengakuan Guinness World Records sebagai maraton khusus perempuan terbesar.
Sejumlah nama besar atletik Jepang juga memiliki keterkaitan dengan ajang pendahulunya, termasuk dua juara maraton Olimpiade, Naoko Takahashi dan Mizuki Noguchi.
Untuk edisi 2027, pendaftaran internasional tahap awal berlangsung pada 11-24 Agustus dengan biaya 24.000 yen (sekitar Rp2,6 juta). Sementara pendaftaran reguler dibuka pada 25 Agustus hingga 23 September dengan biaya 25.000 yen (sekitar Rp2,8 juta), belum termasuk biaya pemrosesan.
Selain perlombaan maraton perempuan, Nagoya juga menggelar Nagoya City Marathon 2027 pada hari yang sama dengan kategori half marathon dan Nagoya RUN sejauh 8,5 kilometer yang dapat diikuti pelari putra dan putri.
Nagoya Women’s Marathon selama ini juga mendapat pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong partisipasi perempuan dalam olahraga, antara lain melalui Japan Olympic Committee Women and Sport Award pada 2017 serta International Olympic Committee Women and Sport Achievement Diploma pada 2019.
Baca juga: Pelari Indonesia bisa ikuti Nagoya Women’s Marathon 2026
Baca juga: Menpora sebut ajang maraton perkuat "sport tourism" dan ekonomi daerah
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































