Pelabuhan Batang-PLTU kampanyekan keselamatan pelayaran nelayan 

1 hour ago 5
Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar atau UPP tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Keselamatan tidak cukup hanya dipahami tetapi harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan

Batang (ANTARA) - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang, Jawa Tengah, bersama PT Bhimasena Power Indonesia selaku pemilik PLTU Batang menggelar kegiatan sosialisasi dan kampanye keselamatan pelayaran kepada para nelayan dan pengguna jasa perairan sebagai upaya mencegah potensi risiko saat berlayar di laut.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Sugiyanto di Batang, Selasa, mengatakan bahwa pentingnya pemahaman alur pelayaran dan penanganan potensi risiko untuk menekan angka kecelakaan di laut.

"Keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar atau UPP tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Keselamatan tidak cukup hanya dipahami tetapi harus dilatih, dibiasakan dan dipraktikkan," katanya.

Ia mengatakan ada empat pilar utama di dalam keselamatan laut yaitu kesiapan sumber daya manusia, kelaikan armada kapal, keselamatan penumpang, serta kewaspadaan terhadap cuaca dan lingkungan.

"Nakhoda dan awak kapal perlu memastikan kompetensi dan kesiapan sebelum berlayar, sementara operator wajib memastikan kapal laik laut dan seluruh peralatan keselamatan berfungsi dengan baik," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang sebut perusahaan AI bangun fasilitas di KITB

Baca juga: Batang berharap Kejurnas Sprint Rally picu destinasi wisata baru

External Relation Manager Bhimasena Power Indonesia Bagus Dona Doni menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi dengan pemerintah dalam mendorong keselamatan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.

"Kegiatan operasional kami sebagai Objek Vital Nasional meliputi wilayah daratan dan perairan sehingga kegiatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang sama bagi seluruh pihak untuk tetap menjaga dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di perairan," katanya.

Ia menambahkan kolaborasi pemerintah, aparat, pelaku usaha, operator pelayaran, dan masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya safety first, sehingga keselamatan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi menjadi kebiasaan bersama untuk mewujudkan pelayaran yang aman, tertib dan zero accident di perairan Batang.

Pada akhir kegiatan, BPI menyerahkan life jacket kepada perwakilan nelayan yaitu Rukun Nelayan Roban Timur, Rukun Nelayan Roban Barat, Rukun Nelayan Ujungnegoro, Rukun Nelayan Seturi sebagai dukungan terhadap penggunaan perlengkapan keselamatan dalam aktivitas melaut sehari-hari.

Baca juga: Pemkab Batang transformasikan Kecamatan Gringsing jadi penyangga KITB

Baca juga: Pemkab Batang bangun sistem transportasi Trans Jateng menuju KITB

Pewarta: Kutnadi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |