Jakarta (ANTARA) -
Sayuran hijau dengan label "protein greens" mulai bermunculan sebagai pilihan baru untuk menambah asupan protein dari makanan nabati. Namun, pakar gizi mengatakan kandungan protein dalam sayuran tersebut masih relatif kecil sehingga tidak dapat menggantikan sumber protein utama.
Pakar gizi terdaftar Melanie Marcus mengatakan "protein greens" merupakan campuran sayuran hijau yang dipilih karena secara alami memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan selada biasa.
Mengutip Real Simple pada Selasa (22/9), campuran tersebut dapat terdiri atas pucuk kacang polong, bayam, kale, pokcoy, dan sayuran hijau lainnya. Dalam satu kemasan seberat sekitar 119 gram, kandungan proteinnya dapat mencapai sekitar 5 gram.
Baca juga: Pilihan pangan lokal kaya protein dan kalsium selain susu sapi
Menurut Marcus, jumlah tersebut memang lebih tinggi dibandingkan selada biasa. Namun, ia tetap menganggap "protein greens" sebagai sayuran dan bukan sumber protein utama dalam makanan.
"Protein greens" dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menambah sedikit protein nabati ke dalam menu. Selain protein, sayuran tersebut juga menyediakan serat serta berbagai vitamin dan mineral.
Marcus mengatakan konsumen tidak perlu membeli "protein greens" hanya karena kandungan proteinnya. Jika menyukai selada atau sayuran hijau lain, jenis tersebut tetap dapat digunakan dan sumber protein bisa ditambahkan melalui bahan lain.
Baca juga: Jenis protein berdasarkan sumber dan fungsinya untuk kesehatan tubuh
Untuk membuat salad lebih tinggi protein, Marcus menyarankan beberapa pilihan seperti edamame, lentil, ayam, salmon, dan cottage cheese.
Setengah cangkir edamame misalnya, dapat memberikan sekitar 9 gram protein. Sementara itu, tiga ons atau sekitar 85 gram ayam matang mengandung sekitar 25 gram protein dan salmon dalam jumlah yang sama menyediakan sekitar 20 gram protein.
Cottage cheese juga dapat menjadi pilihan karena setengah cangkirnya mengandung sekitar 12 hingga 14 gram protein. Bahan tersebut bahkan dapat digunakan sebagai dasar saus salad.
Baca juga: Ahli gizi ingatkan pentingnya variasi protein untuk anak
Marcus mengatakan pemilihan sayuran sebaiknya tetap mempertimbangkan rasa dan selera. Jika seseorang lebih menyukai selada biasa, tidak ada alasan untuk menggantinya hanya demi mendapatkan tambahan beberapa gram protein.
Dengan demikian, "protein greens" dapat menjadi pilihan untuk menambah sedikit protein nabati dalam makanan. Namun, konsumen tetap perlu mendapatkan sebagian besar asupan protein dari bahan makanan lain yang memiliki kandungan protein lebih tinggi.
Baca juga: 3 sumber protein nabati dan manfaatnya bagi tubuh manusia
Baca juga: Dietisien jelaskan mengapa protein penting bagi pertumbuhan anak
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































