Pebisnis China dan Indonesia bahas prospek baru kemitraan industri

5 hours ago 6

Tianjin (ANTARA) - Forum China-ASEAN-Indonesia 2026 tentang Kerja Sama dan Investasi Kapasitas Industri diselenggarakan di Kota Tianjin, China utara, dengan berfokus pada peningkatan struktur industri Indonesia, pengembangan kawasan industri hijau, serta lokalisasi perusahaan-perusahaan China.

Seiring dengan berlanjutnya implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) dan peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN ke Versi 3.0, perusahaan-perusahaan China secara bertahap beralih dari sekadar perdagangan dan ekspor produk menjadi masuk ke kawasan industri, produksi lokal, kolaborasi rantai industri, serta operasional jangka panjang.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Bedford Square Group (BSG) dan dihadiri perwakilan pemerintah dan kalangan bisnis, serta para perwakilan dari lembaga promosi investasi Indonesia, organisasi pengusaha, kawasan industri, perusahaan infrastruktur, dan lembaga layanan profesional, untuk membahas masuknya perusahaan ke kawasan industri, investasi manufaktur, infrastruktur hijau, pengembangan infrastruktur digital, serta operasi jangka panjang.

Direktur Pusat Promosi Investasi Indonesia (Indonesia Investment Promotion Center/IIPC) Beijing, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rizaldi Indra Janu, mengatakan bahwa Indonesia terus mendorong pengembangan hilirisasi industri, energi hijau, dan manufaktur, sembari meningkatkan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta kebijakan fasilitasi investasi. Perusahaan-perusahaan China telah menjadi mitra investasi penting bagi Indonesia, dan kedua belah pihak masih memiliki ruang kerja sama yang sangat luas di bidang manufaktur, energi baru, infrastruktur, serta kolaborasi rantai industri.

Sumadi Kusuma, pendiri, presiden direktur, sekaligus CEO Global Putra International Group (GPI), yang juga Ketua Penyantun Abadi Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT), dalam sambutannya menyatakan bahwa seiring dengan semakin mendalamnya kerja sama ekonomi dan perdagangan China -Indonesia, perusahaan-perusahaan China sedang mempercepat peralihan mereka dari perdagangan tradisional menuju investasi industri, lokalisasi manufaktur, serta kolaborasi rantai pasokan.

Berdasarkan pengalaman kewirausahaan selama lebih dari empat dekade di Indonesia, dia menuturkan bahwa membangun kehadiran jangka panjang di Indonesia tidak hanya membutuhkan modal, teknologi, dan produk, tetapi juga pemahaman yang kuat tentang undang-undang dan regulasi setempat, budaya, serta kondisi pasar, di samping kemitraan lokal yang stabil.

Global Putra International Group akan terus memanfaatkan pengalaman lokal yang telah lama dimiliki serta kapabilitas layanan rantai pasokannya untuk mendukung perusahaan-perusahaan China yang berinvestasi dan mendirikan operasional di Indonesia

Liu Zhe, kepala perwakilan Bedford Square Group di Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan China yang melakukan ekspansi ke Indonesia sedang mempercepat transisi mereka dari kerja sama berbasis perdagangan menuju investasi terlokalisasi, penempatan kapasitas industri, dan operasional jangka panjang.

Meskipun pasar Indonesia memberikan peluang signifikan, lokalisasi yang sukses memerlukan persiapan sistematis di berbagai bidang, termasuk akses investasi, pemilihan kawasan industri, mitra lokal, kepatuhan, dan koordinasi sumber daya.

BSG akan terus memanfaatkan jaringan lokalnya di Indonesia serta kapabilitas layanan lintas batasnya untuk menghubungkan pemerintah daerah, kawasan industri, mitra industri, dan sumber daya layanan profesional, guna memberikan dukungan yang lebih terarah bagi perusahaan-perusahaan China yang memasuki pasar Indonesia serta membantu mengubah intensi kerja sama menjadi proyek-proyek konkret.

Menyusul forum tersebut, berbagai perusahaan dan lembaga China dan Indonesia menggelar diskusi tatap muka mengenai kawasan industri, manufaktur hijau, layanan air, infrastruktur digital, logistik dan rantai pasokan, serta layanan perusahaan, yang membantu mengubah kebutuhan investasi, sumber daya industri, dan kemampuan perusahaan China menjadi peluang kerja sama yang lebih konkret, demikian warta Xinhua.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |