Bandung (ANTARA) - Wafatnya Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008 H. Danny Setiawan pada Sabtu (19/9) dalam usia 81 tahun, menyisakan catatan sejarah bagi para ASN karena almarhum merupakan pejabat karier birokrasi murni pertama, yang berhasil menduduki kursi tertinggi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Seperti dikatakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang menyampaikan kabar meninggalnya Danny Setiawan dalam akun media sosialnya, almarhum dikenalnya sebagai sosok birokrat ulung, yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk kemajuan Jawa Barat sejak meniti karier dari tingkat bawah hingga pucuk pimpinan.
"Saya meyakini Danny Setiawan adalah ahli kebaikan banyak karya yang diperbuat demi kemajuan provinsi Jabar baik saat menjadi Sekda maupun saat menjadi gubernur," ujar Dedi Mulyadi.
Lahir pada 28 Agustus 1945, Danny menorehkan sejarah unik dalam peta kepemimpinan Tatar Pasundan. Sang istri, Rinania Sastrawiguna, pernah mengungkapkan rekam jejak suaminya saat memimpin dari Gedung Sate.
"Pak Danny adalah pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jabar, karena sebelumnya semua berlatar belakang militer," tutur Rinania.
Perjalanan karier Danny juga tergolong panjang dan berjenjang. Ia mengawali pengabdian sebagai Camat Cimarga, Kabupaten Lebak pada 1968, bertugas sebagai Wakil KPS Ransiki di Manokwari, hingga dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak periode 1977-1984.
Kariernya terus menanjak di Pemprov Jabar dengan mengemban jabatan Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda, Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Pembangunan Daerah, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jabar (1994-1997), hingga dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat pada 1998.
Puncak kariernya diraih saat dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat ke-12 didampingi Wakil Gubernur Nu'man Abdul Hakim untuk masa jabatan 13 Juni 2003 hingga 13 Juni 2008.
Dari sisi akademis, lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang itu meraih gelar Magister Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2000, serta mengenyam pendidikan kepemimpinan di University of Pittsburgh, AS, dan Sepacad ABRI di Rindam VIII Brawijaya.
Atas dedikasinya, almarhum bertabur penghargaan negara, di antaranya Satyalancana Karya Satya (1998), Satyalancana Wira Karya (2000), serta Satyalancana Wira Karya Koperasi (2004) dari Presiden RI.
Baca juga: Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan meninggal dunia
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































