PBB peringati Hari Internasional Pencegahan Ekstremisme Kekerasan

6 hours ago 1

New York (ANTARA) - PBB memperingati Hari Internasional Pencegahan Ekstremisme Kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan kelompok-kelompok teroris kerap memanfaatkan ketidakstabilan, perkembangan teknologi yang tidak terkendali, serta kerentanan sosial dan ekonomi untuk menargetkan dan mengintimidasi kelompok rentan.

"Hari ini, kami menegaskan kembali tekad bersama kami untuk mencegah ekstremisme kekerasan dan melindungi masyarakat dari momok terorisme," ujarnya.

Guterres mengungkapkan baik Strategi Kontraterorisme Global PBB (UN Global Counter-Terrorism Strategy) maupun Rencana Aksi PBB untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan mengingatkan masyarakat bahwa langkah-langkah keamanan yang lebih kuat saja tidak cukup.

"Kita harus menangani akar permasalahan, melalui upaya-upaya baru untuk mengatasi ketidakpuasan dan kondisi yang kondusif bagi terorisme dengan memperkuat sistem pendidikan, memperluas ruang sipil, serta mendorong dialog dan kepercayaan di antara maupun di dalam komunitas," kata sang sekjen PBB.

Alexandre Zouev, pelaksana tugas under-secretary-general Kantor Kontraterorisme PBB (UN Office of Counter-Terrorism/UNOCT), menyebutkan teknologi baru dan emerging sedang mengubah tatanan masyarakat dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang membawa berbagai peluang baru, tetapi juga risiko baru.

"Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), media sosial, aplikasi perpesanan terenkripsi, dan platform gim telah mengubah cara masyarakat terhubung serta membentuk identitas," yang semakin sering dimanfaatkan oleh kelompok teroris dan para aktor ekstremis kekerasan, tuturnya.

Dia menyebutkan upaya pencegahan, baik secara luring maupun daring, akan berjalan optimal jika didasarkan pada pendekatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan menangani berbagai ketidakpuasan yang ada. Dirinya juga menyerukan penguatan ketahanan digital dan memastikan inovasi dapat memperkuat kohesi sosial, alih-alih memicu perpecahan.

Dalam sebuah siaran pers, UNOCT menuturkan terorisme dan meluasnya ekstremisme kekerasan yang menjadi akar penyebabnya menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan, sekaligus merupakan bentuk penghinaan terhadap kemanusiaan.

Peringatan tahun ini berfokus pada persinggungan antara ekstremisme kekerasan yang mengarah pada terorisme dan teknologi baru serta emerging, menurut siaran pers tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |