PBB (ANTARA) - Sebagian besar penduduk di seluruh wilayah Palestina yang diduduki tidak memiliki akses yang memadai terhadap air, sanitasi, dan kebersihan, demikian disampaikan pekerja kemanusiaan PBB pada Selasa (11/8).
Lebih dari 1,3 juta orang, atau lebih dari separuh populasi, hanya memiliki akses terhadap kurang dari 6 liter air per orang per hari untuk minum dan memasak, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Menurut standar kemanusiaan, kebutuhan minimum air dalam situasi darurat adalah 15 liter per orang per hari, yang mencakup air untuk minum, mencuci, dan memasak, kata OCHA.
Kantor tersebut mengatakan 700.000 orang lainnya memiliki akses kurang dari 9 liter air untuk kebutuhan rumah tangga per orang per hari, sehingga kemampuan mereka untuk menjaga kebersihan diri, membersihkan rumah, dan memenuhi kebutuhan anak-anak menjadi terbatas.
Tiga dari setiap empat orang mengandalkan pasokan air dari truk tangki. Mitra-mitra kemanusiaan menyalurkan air ke lebih dari 2.500 titik pengambilan air setiap hari dan ke lebih dari 100 lokasi pengungsian di seluruh Gaza pada bulan lalu, kata OCHA.
"Orang-orang harus berdesak-desakan di titik pengambilan air dan tidak memiliki cukup wadah untuk membawa air kembali ke rumah, tugas yang sering kali harus dilakukan oleh anak-anak," kata OCHA.
Hanya separuh dari seluruh rumah tangga yang memiliki akses ke sanitasi dasar, atau fasilitas pribadi yang mencegah kontak dengan kotoran manusia. Separuh lainnya bergantung pada fasilitas bersama yang tidak memadai atau tidak aman, sehingga meningkatkan risiko kesehatan.
Kantor tersebut menambahkan bahwa para mitra kemanusiaan mengumpulkan sekitar 80 persen dari seluruh sampah padat yang dihasilkan di Jalur Gaza. Namun, lebih dari 900.000 orang melaporkan masih terpapar sampah yang menumpuk di kawasan permukiman.
OCHA mengatakan pendanaan yang konsisten, izin tambahan untuk mengimpor suku cadang, serta pemulihan akses ke tempat pembuangan akhir di wilayah yang aksesnya dibatasi tetap menjadi hal yang sangat penting.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































