PB PASI tekankan regenerasi setelah SEA Games 2025

21 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menegaskan pentingnya regenerasi atlet setelah SEA Games 2025 Thailand usai meskipun atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia.

Wakil Ketua Umum PB PASI Tigor Tanjung mengatakan sebagian medali emas yang diraih pada SEA Games 2025 masih disumbangkan oleh atlet-atlet senior, sehingga pembinaan jangka panjang harus menjadi fokus utama.

"Kita harus tetap mementingkan regenerasi. Kita juga sadar bahwa beberapa medali emas masih diperoleh oleh atlet yang sudah cukup senior," kata Tigor di Jakarta pada Kamis.

Menurut dia, PB PASI tidak hanya memikirkan target jangka pendek seperti SEA Games, tetapi juga mempersiapkan atlet menuju ajang lebih tinggi, seperti Olimpiade 2028.

"Regenerasi harus tetap menjadi bagian utama dari evaluasi pembinaan," ujar Tigor.

Tigor menilai pencapaian atletik pada SEA Games 2025 dianggap sukses jika dilihat dari perolehan medali emas, dengan sembilan medali emas, ditambah lima perak, dan enam perunggu.

Namun, dari sudut pandang peningkatan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi masih dibutuhkan kerja keras.

"Kalau POV-nya kita menyumbang medali emas, kita sukses. Tapi kalau POV-nya kita mau naik ke level berikutnya, kita harus terus berlatih keras," kata Tigor.

Baca juga: Maybank Marathon 2026 digelar 23 Agustus

Ia menambahkan PB PASI akan memberi perhatian khusus pada nomor-nomor yang memiliki peluang bersaing diAsian Games agar dapat meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level Asia.

PB PASI juga telah menyiapkan sejumlah agenda kejuaraan internasional sepanjang tahun ini.

Pada Februari, atlet Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Asian Indoor di Tianjin, China, dan Kejuaraan Asian Cross Country di Jepang.

PB PASI juga akan mengirim atlet ke Kejuaraan Asia Under 20 di Hongkong pada Mei, Kejuaraan Asia Under 23 di Ordos, China, serta Kejuaraan Asia jalan cepat di Jepang.

"Kami juga memperhatikan pengiriman atlet ke kejuaraan-kejuaraan terbuka di kawasan, seperti Singapura Open, Thailand Open, dan Malaysia Open. Ini penting untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet-atlet muda," ujar Tigor.

PB PASI berharap kompetisi-kompetisi tersebut mendukung proses regenerasi dan meningkatkan kualitas atlet nasional menuju ajang internasional yang lebih tinggi.

Baca juga: Robi Syanturi: Tahun 2025 penuh dengan sejarah untuk saya

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |