Paus Leo pimpin Jalan Salib di Colosseum Roma

1 hour ago 3

Roma (ANTARA) - Paus Leo XIV memimpin ribuan umat Katolik mengikuti Ibadat Jalan Salib di Colosseum, Roma, dalam peringatan Jumat Agung Paskah (3/4).

Diikuti oleh sekitar 30 ribu umat, Leo XIV menjadi Paus kedua yang membawa salib sepanjang Via Crucis, melalui reruntuhan bangunan Romawi kuno yang menjadi saksi kemartiran banyak orang Kristen.

Ia mengikuti jejak Paus Yohanes Paulus II, yang menjalankan tradisi Jalan Salib Paskah dengan memikul salib sepanjang Via Crucis, pada 1980 hingga 1994.

Sementara setahun sebelumnya, meditasi Jalan Salib ditulis oleh mendiang Paus Fransiskus tetapi perayaan Jumat Agung dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Roma, Baldassarre Reina, atas permintaan Paus saat itu yang tengah dalam masa pemulihan kesehatan.

Setiap tahun, Paus dan umat Katolik di Roma berkumpul di Colosseum untuk melakukan ziarah spiritual melalui empat belas pemberhentian Jalan Salib untuk mengenang perjalanan sengsara dan wafat Yesus di Golgota.

Penyusun meditasi Jalan Salib, Pasto Francesco Patton, memaparkan teladan Santo Fransiskus tentang bagaimana umat Kristiani dapat mewujudkan iman, harapan, dan kasih dalam dunia nyata.

“Jalan Salib tidak ditujukan bagi mereka yang menjalani kehidupan yang sangat saleh atau kehidupan yang penuh perenungan abstrak,” kata Pastor Patton.

“Sebaliknya, ini adalah latihan bagi seseorang yang tahu bahwa iman, harapan, dan kasih harus diwujudkan dalam dunia nyata,” ujarnya menambahkan.

Di setiap pemberhentian, Pastor Patton mengecam kesombongan manusia akan kekuasaan dan godaan manusia untuk menyalahgunakannya.

Ia menunjukkan bagaimana rezim otoriter, media yang acuh tak acuh, dan rasa ingin tahu yang berlebihan justru dapat merendahkan martabat manusia.

Pada akhir Jalan Salib, Paus Leo XIV berdoa agar umat Kristiani dapat menanggapi undangan Santo Fransiskus untuk “menjalani hidup kita sebagai perjalanan partisipasi yang semakin mendalam dalam persekutuan kasih.”

Keterlibatan langsung Paus Leo XIV untuk membawa salib sepanjang Via Crucis tahun ini dipandang sebagai tanda kuat solidaritas Gereja terhadap penderitaan umat manusia, sekaligus ajakan bagi umat beriman untuk merenungkan makna pengorbanan Kristus secara lebih mendalam.

Sumber: Vatican News

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |