Moskow (ANTARA) - Majelis Rendah Parlemen Spanyol (Kongres Deputi Spanyol) menyatakan telah menyetujui paket anti-krisis senilai 5 miliar euro (5,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp98,1 triliun) untuk meredam dampak ekonomi akibat serbuan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran di kawasan Timur Tengah.
“Kongres menyetujui resolusi terkait langkah-langkah yang diterapkan pemerintah untuk mengurangi dampak perang di Iran terhadap keluarga dan dunia usaha di Spanyol,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.
Dokumen yang disusun dalam bentuk dekret kerajaan tersebut mencakup antara lain pemotongan pajak untuk bahan bakar, gas, dan listrik. Pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sumber energi akan diturunkan dari 21 persen menjadi 10 persen. Keringanan pajak tambahan juga akan diberlakukan di sektor produksi dan distribusi energi.
“Ini merupakan respons segera terhadap konsekuensi ekonomi dari perang,” kata Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo dari mimbar parlemen saat mempresentasikan rancangan tersebut.
Ia menambahkan sekitar 20 juta rumah tangga diperkirakan dapat mengurangi tagihan listrik mereka.
Pekan lalu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan pemerintah akan menyetujui paket berisi 80 langkah senilai 5 miliar euro untuk mendukung perekonomian nasional dan meredam dampak konflik di Timur Tengah.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah, sebagai bentuk pertahanan diri.
Akibatnya, pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, terhenti.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Ribuan warga Spanyol demo, tuntut konflik Timur Tengah dihentikan
Baca juga: Tolak AS gunakan pangkalan militer, Menlu Spanyol: Kami tidak takut
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































