PalmCo kawal remajakan 49 ribu ha kebun sawit rakyat melalui kemitraan

3 hours ago 7
Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan.

Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mendampingi peremajaan 49 ribu hektare kebun sawit rakyat melalui kemitraan dan peran offtaker guna meningkatkan produktivitas, memperkuat keberlanjutan industri sawit, serta kesejahteraan petani.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan keterlibatan perusahaan diwujudkan melalui pendampingan teknis sejak proses peremajaan hingga menjamin penyerapan hasil panen sebagai offtaker, sehingga ekosistem industri sawit dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan," kata Jatmiko terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi tumpuan harapan petani sawit Indonesia untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi keluarga.

Sejalan dengan tujuan tersebut, perusahaan itu memperkuat perannya dalam mendampingi petani sawit berkelanjutan setelah penggabungan entitas perusahaan pada Desember 2023.

Komitmen perusahaan negara itu diwujudkan melalui pendampingan program PSR yang telah mencapai 49.077,94 hektare terhitung sejak 2024, 2025, hingga Agustus 2026.

"Khusus pada tahun 2026 hingga Agustus, PalmCo tercatat telah sukses mendukung petani sawit Program PSR untuk luasan mencapai 12.395,99 hektare di berbagai wilayah operasional perusahaan," ujarnya.

Dukungan capaian luasan tersebut direalisasikan melalui dua pendekatan strategis. Pertama, melalui skema kemitraan murni, di mana PalmCo hadir memberikan pendampingan berkelanjutan secara end-to-end sejak dari hulu.

Pendampingan ini dimulai dari tahap awal pemenuhan administrasi, penyediaan bibit unggul, hingga pembinaan kultur teknis budi daya perkebunan yang baik agar produktivitas pekebun dapat optimal.

Kedua, PalmCo mengambil peran hilir yang krusial sebagai offtaker (pembeli siaga) atas kebun-kebun PSR rakyat yang direkomendasikan langsung oleh kementerian maupun dinas terkait.

Melalui peran ini, setelah dilakukan peremajaan sawit, perusahaan memberikan jaminan kepastian pasar dengan menyerap hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) petani mitra secara adil dan transparan.

"Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat," ujarnya pula.

Melalui pendampingan menyeluruh tersebut, kata Jatmiko, petani dipastikan mendapatkan akses penerapan standar praktik pertanian yang baik. Di saat yang bersamaan, posisi perusahaan sebagai offtaker turut memberikan kepastian pasokan bagi operasional pabrik.

"Bagi PalmCo, kebun rakyat yang produktif dan dikelola secara baik akan memperkuat kontinuitas pasokan TBS (tandan buah segar) sawit sekaligus menjaga kualitas bahan baku yang masuk ke pabrik," katanya lagi.

Ke depan, PalmCo akan terus menjadikan kemitraan dengan petani sebagai pilar utama strategi bisnis jangka panjang perusahaan dalam mendukung keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.

Melalui sinergi bersama kementerian terkait, pemerintah daerah, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan asosiasi petani, perusahaan mendorong ekosistem peremajaan sawit yang masif dengan jaminan pasar nyata.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di sektor perkebunan, ujar Jatmiko, kehadiran PTPN IV PalmCo difokuskan pada manajemen peremajaan yang terintegrasi dan pendampingan budi daya yang tepat sasaran.

Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR), Setiyono mengapresiasi kesinambungan program kemitraan yang dijalankan melalui pendampingan teknis dan jaminan serapan hasil.

Menurut Setiyono, program PSR bukan hanya mengganti tanaman tua dengan tanaman baru, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi petani sawit Indonesia.

"Kehadiran PTPN IV PalmCo memberikan kepastian bagi petani melalui peningkatan produktivitas, penyerapan hasil panen, kesejahteraan keluarga, serta penguatan kelembagaan koperasi di berbagai daerah," katanya lagi.

Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Dida Gardera menyatakan pada tahun 2026 pemerintah menetapkan target percepatan penyaluran PSR dengan luasan mencapai 50.000 hektare secara nasional.

Akselerasi itu dinilai krusial guna menjaga stabilitas produksi sawit rakyat sekaligus mempertahankan posisi Indonesia di rantai pasok global.

Baca juga: PTPN IV PalmCo mulai proyek percontohan kedelai 1.000 hektare

Baca juga: PTPN IV PalmCo perkuat kemitraan sawit rakyat melalui PSR Award

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |