Jakarta (ANTARA) - Indonesia resmi memimpin ASEAN Committee in Washington, D.C. (ACW) setelah menerima estafet keketuaan dari Kamboja, untuk memperkuat koordinasi dan suara kolektif ASEAN sekaligus memperluas ruang kerja sama di Amerika Serikat.
Estafet kepemimpinan diserahkan Duta Besar Kamboja untuk AS Koy Kuong kepada Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo dalam acara di Kedutaan Besar Kamboja di Washington, D.C.
Dalam siaran pers KBRI Washington, Sabtu, Dubes Indroyono mengatakan kepemimpinan Indonesia di ACW membawa pesan bahwa Asia Tenggara siap menjadi mitra yang kuat, relevan, dan konstruktif bagi Amerika Serikat maupun dunia.
“Melalui kepemimpinan di ACW, Indonesia membawa pesan bahwa Asia Tenggara siap menjadi mitra yang kuat, relevan, dan konstruktif bagi Amerika Serikat maupun dunia,” ujar Indroyono.
Menurut Indroyono, forum ini memiliki ruang kerja yang semakin luas, tidak hanya menyangkut isu diplomasi, politik dan keamanan, tetapi juga perdagangan, investasi, konektivitas, pendidikan, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, energi, kesehatan, inovasi, keamanan maritim hingga teknologi antariksa.
Isu tersebut sejalan dengan agenda Indonesia dalam kepemimpinan ACW yang mencakup penguatan ekonomi digital dan kecerdasan buatan, energi bersih, pendidikan dan pengembangan talenta, kesehatan, riset dan inovasi, keamanan maritim, ketahanan iklim, perdagangan, investasi, serta rantai pasok.
Kepemimpinan Indonesia juga diarahkan untuk memperkuat prinsip ASEAN centrality dan mendorong Asia Tenggara berperan aktif dalam membangun kerja sama Indo-Pasifik yang damai, stabil, terbuka, dan berbasis aturan.
Bagi Indonesia, keketuaan ACW juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi nasional dalam kerangka ASEAN mulai dari budaya, pendidikan, perdagangan, investasi, pariwisata, inovasi hingga hubungan antarmasyarakat. Diplomasi kolektif tersebut melengkapi hubungan bilateral Indonesia–Amerika Serikat dengan membawa perspektif bersama dari sebelas negara ASEAN.
ACW juga menjadi wadah konsultasi dan dialog ASEAN dengan berbagai lembaga Amerika Serikat, termasuk Department of State, Gedung Putih, National Security Council, Department of Commerce, dan lembaga federal lainnya.
Keketuaan Indonesia akan diawali ASEAN Cultural Day di Civic Center, Silver Spring, Maryland, pada 14 Oktober 2026. Kegiatan bersama ASEAN Spouse Circle itu akan memperkenalkan keragaman budaya dan persahabatan negara-negara ASEAN kepada masyarakat setempat.
Baca juga: AS dorong Indonesia jadi contoh pengembangan STM bagi negara ASEAN
Baca juga: Menjadikan Indonesia jembatan Eurasia-ASEAN
Baca juga: Indonesia usulkan perluasan pengakuan keterampilan pekerja di ASEAN
Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































