Pakar sebut hormon berkurang menyebabkan proses penuaan

2 hours ago 2
Konsepnya manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan hormon berkurang karena manusia menjadi tua

Jakarta (ANTARA) - Pakar Andrologi, Seksologi, dan Anti Aging dari Universitas Udayana Prof Wimpie Pangkahila menyampaikan bahwa proses penuaan pada manusia bisa terjadi karena penurunan kadar hormon di dalam tubuh.

Menurut dia, penurunan hormon dialami baik laki-laki maupun perempuan yang berkontribusi terhadap penuaan.

“Konsepnya manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan hormon berkurang karena manusia menjadi tua. Jadi penuaan kita anggap dan diperlakukan sebagai penyakit yang dapat dicegah dan diobati,” kata Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And.,Subsp.SAAM dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis.

Prof Wimpie menekankan hormon memegang peranan penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Tanpa hormon, fungsi dasar kehidupan seperti kehamilan dan reproduksi tidak dapat terjadi. Perempuan bisa hamil dan laki-laki mampu menghamili karena kerja hormon yang optimal.

Namun, menurut dia sampai sekarang masih banyak orang tidak memahami peranan vital hormon bagi kehidupan manusia, yang pada akhirnya berpengaruh pada kualitas hidupnya.

Wimpie mengatakan perubahan level hormon mulai terjadi pada usia muda dan akan terus berlanjut seiring bertambahnya usia. Namun, gaya hidup yang tidak sehat membuat penurunan ini terjadi lebih cepat.

Baca juga: Studi: Aktivitas kreatif berpotensi memperlambat penuaan otak

“Hormon, begitu anak lahir kalau normal berkembang bertambah normal sampai sekitar umur memasuki 40-an. Itu sekian persen orang sudah mengalami penurunan hormon, karena itu beberapa pasien saya itu usia perempuan 40 sudah menopause. Dulu enggak ada, sekarang mulai banyak. Karena pola hidupnya tidak sehat, sering begadang, makanannya tidak sehat,” ujarnya.

Dokter Wimpie menjelaskan bahwa proses penuaan tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup menurunnya atau tidak seimbangnya hormon, paparan radikal bebas dari racun lingkungan, hingga proses biologis seperti glikosilasi, metilasi, apoptosis, sistem imun, kerusakan DNA, dan genetik.

Sementara proses penuaan yang disebabkan faktor eksternal meliputi pola hidup, diet, kebiasaan buruk, seperti merokok, minum alkohol, stres dan kemiskinan juga berpengaruh karena kaitan dengan pola makan.

Dalam proses penuaan, lanjut Prof Wimpie, melalui tiga fase, meliputi fase sub-klinis, transisi dan klinis. Pada fase sub-klinis terjadi pada usia 25-35 tahun, di mana hormon seperti growth hormone (hormon pertumbuhan), hormon testosteron, hormon estrogen juga mulai berkurang pada usia itu.

Meski penurunan hormon ini kerap tidak disadari karena belum tampak dari luar atau fisik, namun perubahan ini dapat terdeteksi melalui pemeriksaan medis.

“Pada fase itu tetapi banyak perempuan yang pengguna kontrasepsi hormon merasakan hilangnya gairah seksual. Hilangnya gairah seksual padahal umurnya masih muda, karena kontrasepsi yang mengandung hormon, testosteronnya makin turun,” imbuh dia.

Baca juga: Studi: Orang yang mampu bicara banyak bahasa bisa menua lebih lambat

Pada fase klinis terjadi di usia 35-45 tahun, di mana hormon turun 25 persen, lemak tubuh meningkat, resistensi insulin, risiko penyakit jantung. Gejala lain seperti elastisitas kulit berkurang, pigmentasi (bintik-bintik), menopause pada wanita dan andropause pada pria. Muncul penyakit terkait penuaan seperti kanker, arthritis, hilangnya memori, diabetes, dan penyakit jantung.

Sementara pada fase klinis terjadi pada usia 45 ke atas, di mana hormon terus berkurang, hilangnya kemampuan menyerap makanan dan vitamin, densitas tulang berkurang (keropos), massa otot berkurang sehingga tidak mampu membakar kalori, penyakit kronis mulai muncul, hingga disfungsi seksual.

Prof Wimpie mengatakan berkurangnya hormon tanpa disadari dapat memicu beragam keluhan yang memengaruhi kenyamanan hidup.

Ketika kondisi ini berlangsung lama, kualitas hidup seseorang bisa menurun. Hal tersebut terjadi karena hormon berperan besar dalam mekanisme penuaan alami tubuh.

“Hormon itu banyak tapi yang sekarang mencolok terkait dengan penuaan fungsi seksual itu ada testosteron, progesterol, estrogen. Yang lain ada kaitannya, kalau misalnya mengalami tiroid perhatikan itu berkaitan dengan proses penuaan, terkait penyakit jantung kalau hormon rendah atau tidak seimbang dengan hormon lain salah satu yang berbahaya penyakit jantung itu,” tutur dia.

Baca juga: Kenali perbedaan gejala demensia dan gangguan ingatan karena penuaan

Baca juga: Otak pria menyusut lebih cepat, tapi wanita lebih rentan Alzheimer

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |