Jakarta (ANTARA) - Pakar Tranportasi Djoko Setijowarno mengatakan, manifest tranportasi laut perlu diperhatikan dengan baik, karena sering menjadi masalah dan penyebab kecelakaan.
"Manifest ini benar-benar harus diperhatikan," kata Djoko Setijowarno dalam webinar yang diselenggarakan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dipantau di Jakarta, Jumat (18/9) malam.
Djoko Setijowarno yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menjelaskan ketika manifest tidak dikontrol dengan baik maka akan menimbulkan permasalahan yang berkepanjangan.
Baca juga: KNKT sebut penanganan kedaruratan di kapal belum maksimal
Ia mengakui bahwa penerapan manifest memang tidak mudah, namun ketika operator maupun regulator berkomitmen, maka dipastikan akan dapat dijalankan.
Djoko mencontohkan PT Kereta Api Indonesia yang saat ini sudah sukses mengubah kebiasaan lama yang mengabaikan manifest dan kini perusahaan tersebut telah berhasil menerapkan dengan baik.
"Bagaimana PT Kereta Api yang dahulunya amburadul ternyata bisa. Memang tidak bisa seketika, pasti ada orang yang malas dan sebagainya tapi ketika benar-benar diterapkan pasti bisa. Tinggal mau atau tidak, apalagi sudah digital seperti sekarang hal yang mudah tinggal ada kemauan mau atau tidak," ujarnya.
Djoko juga menyarankan agar transportasi laut perlu menerapkan agen teregulasi atau regulated agent seperti halnya pada sektor penerbangan sebagai fondasi vital bagi transformasi keselamatan pelayaran.
"Perlu adaptasi konsep regulated agent dari sektor penerbangan ke moda transportasi laut," kata Djoko.
Baca juga: KNKT: Terbakar jadi penyebab terbanyak kecelakaan kapal
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa KNKT merekomendasikan agar regulator dapat menerapkan agen teregulasi atau regulated agent, supaya semua yang masuk ke dalam kapal dapat diketahui dengan baik.
Soerjanto mengungkapkan bahwa hasil investigasi kecelakaan kebakaran kapal tahun 2014-2026 dari 19 kejadian kebakaran hanya tiga yang bersumber dari kapal, sedangkan 16 lainnya dikarenakan muatan truk atau kendaraan.
Ia menegaskan bahwa beberapa rekomendasi yang dikeluarkan KNKT adalah masalah pengawasan dan pengendalian.
"Jadi, masalah utama kalau kita bisa meningkatkan pengawasan dan pengendalian khususnya untuk moda pelayaran itu kontribusinya adalah 72 persen. Jadi, yang harus ditingkatkan paling utama masalah pengawasan dan pengendalian tentang implementasi aturan-aturan yang sudah ada," katanya menambahkan.
Baca juga: Tim “salvage” observasi posisi badan kapal KM Virgo di bawah laut
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































