Jakarta (ANTARA) - Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai Indonesia dapat memperjuangkan kepentingan nasional bersama negara anggota D-8, salah satunya melalui penyiapan standardisasi pendidikan dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.
“Kurikulum yang dipersiapkan adalah Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) yang memiliki standar internasional, demi terlahirnya kader-kader D-8 yang berkarakter dan produktif,” ujar Reza kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, STEM itu berperan penting dalam pembangunan, seperti infrastruktur, jaringan, dan teknologi tinggi yang dapat mendukung kerja sama ekonomi negara anggota D-8.
Reza melanjutkan, dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan akan lahir standar baru sehingga tidak lagi bergantung pada Microsoft, Gmail, WhatsApp, atau platform asing lainnya.
Profesor Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran itu juga mengatakan Indonesia dapat mengusulkan untuk mendirikan universitas internasional D-8 di salah satu ibu kota negara D-8.
Dia mengatakan bahwa universitas tersebut perlu mengembangkan ilmu secara interdisipliner; tidak hanya ilmu sosial atau teknologi, tetapi juga kedokteran, pertanian, dan bidang lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bersama negara-negara anggota D-8.
Khusus dalam bidang pertanian, lanjut Reza, perbedaan iklim tropis dan subtropis di negara anggota D-8 dapat saling melengkapi, di mana kolaborasi antarnegara memungkinkan pertukaran komoditas seperti gandum, ubi, dan beras dapat memperkuat ketahanan pangan bersama.
Indonesia akan menyelenggarakan KTT D-8 pada 15 April 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”. Tema tersebut menegaskan fokus Indonesia pada adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.
D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara-negara berkembang yang beranggotakan Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye.
Baca juga: Apa itu KTT D-8? Tujuan dan manfaatnya bagi anggota
Baca juga: KTT D8 digelar di Jakarta, bidik hasil kerja sama konkret
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































