Otoritas Gaza sebut Israel perketat blokade di tengah eskalasi kawasan

4 hours ago 1

Jalur Gaza (ANTARA) - Israel memanfaatkan situasi meningkatnya ketegangan di sekitar Iran untuk memperketat blokade terhadap Jalur Gaza, sehingga menimbulkan risiko terhadap pasokan makanan dan bahan bakar bagi lebih dari dua juta warga Palestina.

"Otoritas Israel telah memanfaatkan perkembangan situasi di kawasan untuk memperkuat langkah-langkah pembatasan dan menerapkan batasan tambahan terhadap impor makanan dan bahan bakar ke Jalur Gaza, yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan," kata Juru Bicara Otoritas Gaza Ismail al-Thawabta kepada RIA Novosti, Selasa.

Ia mengatakan ketegangan regional telah menyebabkan gangguan dalam pengiriman pasokan penting yang menjadi ketergantungan lebih dari 2,4 juta orang. Dia menambahkan bahwa hanya 1.081 dari total 7.400 truk bahan bakar yang diperkirakan masuk ke wilayah kantong tersebut.

Baca juga: Perundingan Rencana Perdamaian Gaza ditunda akibat serangan AS-Israel

Israel juga sepenuhnya memblokir impor gas alam yang digunakan untuk keperluan memasak. Kekurangan bahan bakar telah melumpuhkan operasi stasiun pompa air, rumah sakit, serta layanan kota di wilayah tersebut, jelasnya.

"Jalur Gaza mengalami kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk barang-barang kebutuhan pokok serta penurunan daya beli keluarga di tengah kemiskinan dan pengangguran," ujar Ismail.

Ia juga menyebutkan bahwa perlintasan Rafah di perbatasan dengan Mesir masih ditutup untuk evakuasi warga sakit dan terluka, sehingga ribuan orang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: WHO peringatkan krisis pasokan medis di Gaza akibat pembatasan

Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |