Negara anggota IEA sepakat rilis cadangan minyak darurat

1 day ago 4
Seiring naiknya harga di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Badan Energi Internasional (IEA) merekomendasikan perilisan 400 juta barel minyak dari cadangan, langkah terbesar dalam sejarah IEA.

Paris (ANTARA) - Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol pada Rabu (11/3) menyebutkan bahwa badan tersebut merekomendasikan perilisan 400 juta barel minyak dari cadangan, langkah terbesar dalam sejarah IEA.

"Ke-32 negara anggota secara bulat menyetujui langkah penyediaan 400 juta barel minyak ke pasar dari cadangan darurat mereka, ujar Birol dalam sebuah konferensi pers.

Perilisan cadangan minyak tersebut akan dilakukan dalam jangka waktu yang disesuaikan dengan kondisi nasional masing-masing negara anggota, tambahnya.

Menurut Birol, sekretariat IEA akan memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana tindakan kolektif ini akan diimplementasikan pada waktunya, dan badan tersebut akan terus memantau pasar minyak dan gas global secara ketat.

Negara-negara anggota IEA memiliki cadangan darurat lebih dari 1,2 miliar barel, dengan tambahan 600 juta barel stok industri yang disimpan berdasarkan kewajiban pemerintah.

Seorang pengendara mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di Paris, Prancis, (9/3/2026). ANTARA/Xinhua/Wu Huiwo/aa.

IEA mengungkapkan bahwa konflik di Timur Tengah telah menghambat aliran minyak melalui Selat Hormuz, dengan volume ekspor minyak mentah dan produk sulingan saat ini turun menjadi kurang dari 10 persen dari level pra-konflik.

Langkah perilisan cadangan minyak darurat itu diambil menjelang pertemuan daring (online) para pemimpin Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) yang dijadwalkan berlangsung kemudian waktu pada hari yang sama guna membahas konsekuensi ekonomi dari konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Para menteri energi G7, di bawah kepemimpinan Prancis, telah menggelar pertemuan melalui konferensi via video pada Selasa (10/3) di tengah meningkatnya volatilitas harga minyak. Pada Senin (9/3), harga minyak mentah Brent, yang merupakan tolok ukur internasional, sempat naik hingga sekitar 119 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.867) per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis sebelumnya pada Rabu, para menteri menyatakan bahwa mereka pada dasarnya mendukung implementasi langkah-langkah proaktif untuk menangani situasi ini, termasuk penggunaan cadangan strategis.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |