Jakarta (ANTARA) - Gelandang serang Everton Iliman Ndiaye berharap timnya bisa memenangi tiga laga kandang Liga Inggris terakhir di Goodison Park musim ini, mengingat klub Merseyside itu bakal berpindah kandang ke Stadion Everton di area pelabuhan Bramley-Moore, Liverpool, mulai musim depan.
Hal itu disampaikan Ndiaye seusai membantu Everton meraih satu poin lewat eksekusi tendangan penalti demi menahan imbang tim tamu Arsenal 1-1 dalam pertandingan Liga Inggris pekan ke-31 di Goodison Park, Sabtu.
"Setiap kali kami bermain di sini, maka semakin sedikit kesempatan untuk bermain di sini. Kami ingin memberikan segalanya untuk para suporter yang selalu berada di sini dan menjadi saksi atas semuanya," katanya selepas pertandingan dikutip dari laman resmi klub.
"Kami ingin menampilkan performa terbaik dan semoga saja bisa meraih tiga kemenangan di tiga laga (kandang) terakhir," ujar Ndiaye menambahkan.
Selepas menahan imbang Arsenal, Everton memang tinggal menyisakan tiga laga kandang musim ini, yakni menjamu Manchester City pada 19 April, menghadapi Ipswich Town pada 3 Mei, serta meladeni Southampton pada 18 Mei.
Musim ini Everton memiliki catatan empat kali menang, delapan hasil imbang, dan empat kekalahan dalam laga kandang Liga Inggris, termasuk menahan imbang Liverpool 2-2 pada 13 Februari lalu yang membuat para pendukung The Toffees tumpah ruah turun dari tribun Goodison Park.
Catatan di Goodison Park sedikit lebih baik ketimbang rekor tandang mereka di Liga Inggris yang hanya tiga kali menang, enam kali imbang, dan enam kali kalah.
Baca juga: Ndiaye paksa Arsenal seri 1-1 lawan Everton
Baca juga: Gol larut Tarkowski selamatkan Everton dari kekalahan kontra Liverpool
Menghadapi Arsenal kali ini, Everton sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Leandro Trossard pada babak pertama, tetapi semenit setelah turun minum talenta muda tim tamu Myles Lewis-Skelly melakukan kecerobohan dengan menjatuhkan Jack Harrison di area terlarang.
Hadiah penalti yang diberikan wasit Darren England memantik kontroversi, tetapi hal itu tak mengganggu konsentrasi Ndiaye yang maju jadi algojo untuk memperdaya kiper David Raya dan mengubah skor menjadi 1-1, yang bertahan hingga peluit tanda bubaran.
Gol itu jadi pemanis bagi Ndiaye yang untuk pertama kalinya kembali turun menjadi sebelas mula setelah tujuh pekan absen lantaran cedera lutut yang dideritanya.
"Sungguh luar biasa (bisa kembali dan mencetak gol). Saya sempat ingin memberikannya untuk Beto, tapi saya cukup percaya diri bisa mengeksekusinya, jadi tentu saja saya senang bisa kembali," kata Ndiaye.
"Saya pikir ini satu poin yang bagus. Di tengah pekan kami kalah dan perlu mengubah momentum hari ini dengan hasil baik, saya pikir kami mendapatkannya," ujarnya menambahkan.
Ndiaye mengaku manajer David Moyes sempat memberikan beberapa instruksi di ruang ganti saat turun minum yang cukup berhasil diterapkan para pemain Everton demi meraih satu poin penting kontra Arsenal.
Hasil imbang kontra Arsenal mengangkat Everton naik ke urutan 14 klasemen sementara dengan raihan 35 poin.
Everton selanjutnya dijadwalkan melawat ke markas Nottingham Forest pada Sabtu (12/4) pekan depan.
Baca juga: Kevin De Bruyne umumkan berpisah dengan Manchester City akhir musim
Baca juga: Ange sebut Tottenham "kebobolan gol yang sangat buruk" lawan Chelsea
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2025