Jakarta (ANTARA) - Destinasi agroeduwisata Nara Kupu Jogja mengajak masyarakat untuk mengenal alam yang khususnya terkait biodiversitas serangga di bulan Ramadhan tahun ini.
Serangga sering dianggap kecil dan sepele, padahal perannya sangat besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga tumbuh rasa peduli dan cinta terhadap alam beserta habitatnya," kata Pemilik Nara Kupu Jogja Rayhan Christian Siego dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.
Dalam acara yang digelar di Nara Kupu Jogja, Sleman, DI Yogyakarta pada Selasa (3/2), Rayhan menyampaikan bahwa edukasi berbasis pengalaman sangat penting bagi anak dan keluarga.
Baca juga: Kebun Raya Bali kembangkan program eksplorasi kunang-kunang
Melalui kegiatan bertajuk "Jelajah Serangga Nocturnal", program edukasi itu akan digelar selama bulan Ramadhan untuk mengenalkan keanekaragaman hayati lewat observasi langsung serangga malam dengan suasana santai, ramah keluarga, dan terbuka untuk semua usia.
“Kami melihat pentingnya mengenalkan alam sejak usia dini melalui pengalaman nyata. Dengan observasi serangga malam, anak-anak diajak belajar secara langsung. Nara Kupu Jogja ingin menjadi ruang aman dan menyenangkan bagi keluarga untuk belajar, bertanya, dan berinteraksi dengan alam,” katanya.
Kegiatan itu turut dijadikan sebagai kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama "Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya".
Baca juga: Kebun Raya Bali temukan dua kelompok spesies kunang-kunang
Peserta diajak memahami bahwa serangga memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, mulai dari proses penyerbukan hingga rantai makanan yang menopang kehidupan manusia.
Event Manager Nara Kupu Jogja Joyobadik menjelaskan bahwa kegiatan akan berlangsung dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 22 Februari, 1 Maret, 8 Maret, dan 15 Maret 2026.
Setiap sesi dirancang menjadi pengalaman utuh, memadukan edukasi sains, kebersamaan, serta aktivitas religi khas Ramadhan. Pada sesi inti, penyelenggara menggunakan metode Light Trapping atau membentangkan kain putih yang disorot lampu untuk menarik kedatangan serangga malam.
Baca juga: Serangga dan pertanian berkelanjutan ala Damayanti Buchori
Melalui cara ini, peserta dapat melihat langsung beragam jenis serangga, mempelajari bentuk tubuh, perilaku, hingga peran ekologisnya secara sederhana dan mudah dipahami.
Misi utama kegiatan ini adalah menghadirkan edukasi gratis yang inklusif dan suasana belajar menyenangkan dan tidak melulu lewat layar gawai, tetapi melalui pengalaman nyata di lapangan.
Untuk memperkuat kualitas materi, Nara Kupu Jogja menggandeng Agenda Sekolah Alam, KSE Biologi UGM, dan KSH Biologi UGM sebagai kolaborator.
Para pendidik dan relawan dari komunitas tersebut akan mendampingi peserta selama observasi serta berbagi pengetahuan praktis seputar dunia serangga.
Baca juga: El Nino dipicu perubahan iklim percepat penurunan populasi serangga
Baca juga: Kebangkitan Lebah Indonesia
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































