Jakarta (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta menyatakan Pemerintah Mongolia membuka 8.000 lowongan pekerjaan bagi warga Jakarta.
"Sekarang Mongolia sudah membuka kesempatan untuk warga DKI Jakarta untuk bekerja di Mongolia, jadi lowongan kerjanya sekitar 8.000 orang," kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransgi DKI Jakarta Taufik dalam pembukaan Jakarta Timur Career Fest dan Bazaar 2026 Gelombang I di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa.
Menurut Taufik, kesempatan ini menjadi salah satu opsi bagi masyarakat Jakarta untuk memperoleh pekerjaan di luar negeri di tengah kondisi pasar kerja yang masih menghadapi tantangan.
Informasi mengenai peluang kerja tersebut diperoleh setelah pihaknya menerima audiensi dari perwakilan Mongolia pada pekan lalu.
Selain itu, Taufik menyebut peluang kerja tersebut belum langsung memasuki tahap perekrutan. Saat ini, prosesnya masih menunggu surat izin perekrutan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
"Dan saat ini sedang menunggu surat izin perekrutan dari KP2MI, dan September ini akan menempatkan," ujarnya.
Taufik mengatakan peluang kerja di luar negeri saat ini cukup terbuka. Oleh karena itu, masyarakat Jakarta dapat melihat kesempatan tersebut sebagai salah satu alternatif dalam mencari pekerjaan.
Baca juga: KP2MI catat ada 258.000 lowongan kerja tersedia di luar negeri
"Jadi teman-teman pencari kerja, ini kesempatan, bukan kami mengarahkan pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri, tetapi memang saat ini dengan kondisi perekonomian kita saat ini, dan memang peluang kerja di luar negeri memang memungkinkan," jelas Taufik.
Salah satu bidang yang menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia di Mongolia adalah sektor perhotelan. Berdasarkan informasi yang diterima Pemprov DKI, pekerja di bidang tersebut ditawarkan gaji sekitar 500 hingga 900 dolar AS.
Besaran gaji tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pencari kerja yang ingin memanfaatkan peluang kerja internasional.
Namun, calon pekerja tetap perlu memenuhi persyaratan dan kompetensi yang dibutuhkan sebelum dapat ditempatkan.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng KP2MI untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis sesuai kebutuhan pekerjaan serta kemampuan berbahasa. Pembekalan tersebut dinilai penting karena calon pekerja tidak hanya dituntut memiliki kemampuan sesuai bidang pekerjaan, tetapi juga harus mampu berkomunikasi di lingkungan kerja negara tujuan.
"Jadi kami ada kerja sama dengan KP2MI untuk peningkatan kapasitas CPMI sendiri, baik itu peningkatan skill (keterampilan) tekniknya maupun peningkatan dalam penguasaan bahasa," ujarnya.
Taufik berharap, kesempatan kerja internasional dapat menjadi salah satu alternatif bagi pencari kerja Jakarta.
"Ini sangat kita harapkan dalam mengatasi pengangguran terbuka di DKI Jakarta yang memang masih di atas rata-rata tingkat nasional," katanya.
Baca juga: Di tengah krisis demografi, Jerman buka peluang bagi pekerja Indonesia
Baca juga: Ribuan lowongan kerja di Kuwait menanti PMI, pemerintah siap jembatani
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































