Kupang (ANTARA) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Selasa pukul 18.14 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep M. Boro, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta barat laut.
"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi sekitar 52 detik," katanya dalam laporan aktivitas gunung api yang diterima di Kupang, Selasa.
Dia mengatakan saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki masih berstatus Level III (Siaga) karena itu, PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.
Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan PVMBG, Badan Geologi di Bandung.
Baca juga: PVMBG: Pola erupsi gunung Lewotobi Laki-laki masih relatif stabil
Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi masih berlangsung, lontarkan abu 1,4 km
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki lima kali erupsi sejak Jumat pagi
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































