Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Kamboja Hun Many di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa.
Pada kesempatan itu, Hun Many mengapresiasi ideologi Pancasila serta mendukung agar Pancasila dapat diterapkan warga dunia untuk menggapai keharmonisan di berbagai belahan dunia.
"Saya tertarik dengan ideologi Pancasila dan ingin mendapat pelajaran bagaimana ideologi Pancasila bisa dipertahankan dan diterapkan di Indonesia," kata Hun Many dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.
Merespons hal itu, Megawati pun membagikan kertas yang berisikan lima butir Pancasila kepada delegasi Kamboja.
"Saya sering diundang berbicara di forum internasional dan saya memperkenalkan ideologi Pancasila, termasuk di Forum Zayed Award di Abu Dhabi," tutur Megawati.
Megawati kemudian menjelaskan secara mendalam soal ideologi Pancasila. Hun Many dan delegasi pun menyimak dengan serius.
Kemudian, Megawati pun bernostalgia dan menceritakan pertemuannya dengan Raja Norodom Sihanouk dan PM Kamboja saat itu, Hun Sen, yang juga ayah dari Hun Many.
"Saya sedih setiap kali teringat Kamboja karena begitu banyak penderitaan masyarakat Kamboja di masa Pemerintahan Khmer Merah," ujar Megawati.
Baca juga: Megawati terima Dubes Maroko, bahas hubungan baik selama 66 tahun
Deputi PM Kamboja mengatakan pada masa Pemerintahan Khmer Merah sekitar 3 juta orang meninggal.
Pada bagian lain, Hun Many menyampaikan apresiasi atas peran penting Indonesia untuk mengakhiri perang saudara di Kamboja melalui Jakarta Informal Meeting 1 pada Juli 1988 dan Jakarta Informal Meeting 2 pada Februari 1989 dan dilanjutkan dengan Perjanjian Perdamaian Paris pada 1991.
Waktu itu pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas.
Megawati menyampaikan sudah cukup lama tidak bertemu dengan Hun Sen. Terakhir berdasarkan catatan, pada Desember 2010 saat Megawati menerima Lifetime Achievement Award dari International Conference on Asian Political Parties yang diserahkan langsung Perdana Menteri Hun Sen, sebagai tuan rumah saat itu.
"Pertemuan kali ini bukanlah sekedar pertemuan biasa saja, pertemuan ini menimbulkan ingatan akan pertemuan yang sudah terjalin selama ini yang penuh rasa kekeluargaan," ujar Megawati.
Megawati kemudian bertanya berapa umur Hun Sen saat ini.
"Beliau pada 5 Agustus mendatang berumur 74 tahun," jawab Hun Many.
"Oh lebih muda dari saya. Saya tahun depan 80 tahun. Senang sekali bisa bertemu dengan Deputi PM Kamboja," ujar Megawati sambil tersenyum.
Hun Many pun berjanji akan meneruskan isi pembicaraan dan salam hangat Megawati kepada ayahandanya, Hun Sen.
Hun Many hadir bersama Duta Besar Kamboja untuk Indonesia Tean Samnang dan rombongan. Sementara Megawati didampingi
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Puti Guntur Soekarno, anggota DPR RI Hendra Rahtomo serta Dewan Pakar Strategi Hubungan Luar Negeri Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Darmansjah Djumala.
Baca juga: Megawati terima kunjungan Dubes Korsel dan UEA di kediamannya
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































