MIND ID arahkan pertambangan menjadi basis industrialisasi nasional

5 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID mengarahkan pengelolaan mineral nasional tidak lagi bertumpu pada kegiatan ekstraksi dan penjualan komoditas, tetapi berkembang menjadi basis industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur perekonomian Indonesia.

"Pemerintah menugaskan MIND ID untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti pada proses ekstraksi. Sumber daya alam tersebut harus menjadi fondasi industrialisasi yang mampu memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan kedaulatan ekonomi Indonesia," kata Division Head of Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Selly mengatakan transformasi tersebut diperlukan mengingat Indonesia memiliki cadangan mineral strategis yang besar, sehingga manfaat ekonominya perlu dioptimalkan melalui pengolahan, hilirisasi, hingga pengembangan industri di dalam negeri.

Menurut dia, besarnya cadangan sumber daya alam tidak dengan sendirinya menghasilkan manfaat ekonomi optimal apabila pengelolaannya masih bertumpu pada penjualan komoditas dan sangat bergantung pada pergerakan harga di pasar global.

Karena itu, arah pengembangan industri pertambangan perlu diperluas melalui penguatan pengolahan mineral di dalam negeri, pembangunan industri hilir, integrasi rantai nilai mineral strategis, serta penciptaan produk dan bahan baku yang dibutuhkan industri nasional.

Data Badan Geologi menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia. Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam cadangan sejumlah komoditas lainnya, antara lain timah, bauksit, emas, tembaga, dan batu bara.

Besarnya sumber daya tersebut, menurut Selly, membuka peluang bagi Indonesia bertransformasi dari pemasok komoditas menjadi negara industri berbasis sumber daya alam dengan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Transformasi itu juga dinilai penting karena mineral dan batu bara merupakan sumber daya tidak terbarukan.

Dengan demikian, pengelolaannya, perlu menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar dan berjangka panjang, termasuk melalui tumbuhnya investasi, industri pengolahan, penguasaan teknologi, dan aktivitas ekonomi turunannya.

Baca juga: Kemerdekaan ekonomi melalui hilirisasi mineral

Baca juga: Bappenas tekankan hilirisasi mineral harus rendah emisi

Selly mengatakan pengembangan rantai nilai mineral juga membutuhkan kemitraan strategis dengan pelaku industri dan investor internasional, terutama untuk mempercepat transfer dan penguasaan teknologi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk hasil hilirisasi Indonesia.

Pada saat bersamaan, integrasi berbagai rantai nilai mineral strategis perlu diperkuat agar pertambangan tidak berkembang sebagai kegiatan ekonomi yang berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan sektor manufaktur dan industri turunannya.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan kinerja sektor pertambangan terhadap ekspor komoditas dan fluktuasi harga bahan mentah di pasar global.

MIND ID juga menempatkan penguatan penguasaan negara atas sumber daya mineral strategis sebagai bagian dari arah pengelolaan pertambangan nasional sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai pemanfaatan bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam kerangka tersebut, penguasaan terhadap cadangan mineral dan batu bara strategis, termasuk aset yang sebelumnya dikuasai pihak asing, diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia dan memperkuat posisi negara dalam pengelolaan sumber daya alam.

"Tujuan kami tidak berhenti pada pengelolaan tambang. Yang ingin diwujudkan adalah bagaimana seluruh kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dioptimalkan untuk memperkuat kedaulatan ekonomi serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Indonesia," kata Selly.

Baca juga: Menyambut tata niaga baru sumber daya alam

Baca juga: Dari pit ke katoda: Menjaga nadi pertambangan terus berdetak

Baca juga: ESDM sebut mineral kritis bagian penting ketahanan energi dalam negeri

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |