Perkumpulan atlet tunarungu klarifikasi soal penggalangan dana

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (Patrin) memberikan klarifikasi terkait upaya penggalangan dana secara mandiri yang dilakukan para atlet tunarungu untuk mengikuti kejuaraan internasional.

"Berkaitan dengan isu pengiriman atlet tunarungu yang harus menggalang dana, kami sebagai organisasi resmi dan satu-satunya yang diakui ISCD, baik saya bersama Ketua Patrin Pusat Dimyati Hakim, tidak mengetahui sama sekali," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Patrin Agung Baghaskoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan tidak pernah menerima koordinasi resmi maupun memberikan persetujuan terkait penggalangan dana masyarakat untuk pengiriman atlet tunarungu Indonesia ke kejuaraan internasional sebagaimana informasi yang beredar.

Oleh sebab itu, Patrin menyayangkan informasi mengenai pengiriman atlet yang mengatasnamakan Indonesia tanpa melalui koordinasi resmi dengan Patrin, Committee (NPC) Indonesia, maupun Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Agung mengatakan akan segera mencoba berkomunikasi dan menelusuri mengapa atlet-atlet tersebut bisa dikirim tanpa koordinasi secara resmi kepada Patrin dan para pihak terkait lain.

Baca juga: Indonesia dapat tawaran tuan rumah kejuaraan tenis meja tunarungu APAC

"Itu harus diluruskan agar tidak merugikan atlet dan mencoreng nama baik Indonesia di mata internasional," katanya.

Agung menegaskan Patrin yang dalam pergaulan internasional dikenal dengan nama IADA (Indonesian Association of the Deaf Athlete) merupakan organisasi resmi dan satu-satunya di Indonesia yang diakui oleh International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) sebagai organisasi yang menaungi olahraga tunarungu di tingkat internasional.

Patrin, kata dia, memiliki legitimasi untuk menaungi, membina, dan mengirimkan atlet tunarungu Indonesia ke ajang resmi internasional.

Agung menjelaskan bahwa selama ini, pengiriman dan keikutsertaan atlet tunarungu Indonesia dalam kegiatan olahraga internasional ditempuh melalui mekanisme dan koordinasi resmi bersama NPC Indonesia dan Kemenpora.

"Setiap pengiriman kontingen resmi yang mengatasnamakan Indonesia dilakukan melalui koordinasi berjenjang dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Baca juga: Indonesia seleksi 27 pemain untuk Piala Dunia sepak bola CP 2026

Dia menambahkan Patrin berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan para atlet tunarungu Indonesia memperoleh kesempatan untuk berkembang dan berprestasi melalui proses pembinaan serta pengiriman kontingen yang resmi, terkoordinasi, transparan, dan profesional.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |