Jakarta (ANTARA) - Microsoft memperkenalkan sejumlah fitur canggih baru pada chatbot bertenaga kecerdasan buatan (AI) miliknya, Copilot antara lain dapat melakukan berbagai tugas secara otomatis di hampir semua situs web, mulai dari memesan tiket, reservasi restoran, dan lainnya.
Selain itu, Copilot juga memiliki kemampuan baru seperti fitur memori yang memungkinkan Copilot mengingat preferensi pribadi penggunanya, mirip seperti ChatGPT milik OpenAI, termasuk makanan dan film favorit, sebagaimana dilansir dari Tech Crunch pada Sabtu.
Tak hanya itu, Copilot kini bisa menganalisis video secara real-time melalui kamera ponsel pengguna dan memberikan jawaban berdasarkan apa yang “dilihatnya.”
Pembaruan ini hadir di tengah kabar bahwa Microsoft tengah mempertimbangkan perombakan besar-besaran untuk Copilot, yang selama ini bergantung pada model AI milik OpenAI dengan menggantinya secara bertahap menggunakan teknologi internal buatan sendiri.
Baca juga: Microsoft 365 Copilot hadirkan alat riset mendalam berbasis AI
Mulai Jumat ini, Copilot dapat menjalankan berbagai tugas daring secara otomatis, mirip dengan kemampuan teknologi agen AI seperti Operator dari OpenAI.
Microsoft mengungkapkan telah bermitra dengan sejumlah platform seperti 1-800-Flowers.com, Booking.com, Expedia, Kayak, OpenTable, Priceline, Tripadvisor, Skyscanner, Viator, dan Vrbo. Pengguna cukup mengetik perintah seperti “kirim buket bunga untuk pasangan saya,” dan Copilot akan mencoba menyelesaikannya secara mandiri.
Copilot juga kini mampu melacak penawaran harga secara daring. Misalnya, pengguna bisa memintanya mencari diskon atau potongan harga untuk suatu produk, dan Copilot akan mengirimkan notifikasi saat menemukan penawaran menarik, lengkap dengan tautan pembelian.
Namun, efektivitas Copilot dalam menyelesaikan berbagai tugas ini masih belum jelas. Microsoft belum merinci bagaimana fitur ini bekerja, dan tidak seperti beberapa pesaingnya, asisten virtual tersebut belum menyediakan data performa atau batasan fitur yang membutuhkan campur tangan manusia.
Baca juga: Microsoft bagi kiat cegah jebakan "phising" di masa mudik Lebaran 2025
Perlu dicatat bahwa situs web tetap bisa memblokir Copilot, sebagaimana mereka bisa memblokir Operator milik OpenAI, terutama jika khawatir akan menurunnya trafik langsung yang berpotensi memengaruhi pendapatan iklan mereka.
Di luar fitur tersebut, Copilot juga mendapat peningkatan lain yang lebih jelas dan cenderung minim kontroversi.
Copilot kini dapat membuat podcast artifisial, mirip dengan fitur Audio Overviews di Google NotebookLM. Dengan memberikan tautan ke situs web atau riset, atau sumber lainnya, Copilot akan menghasilkan percakapan antara dua host virtual mengenai topik yang diminta pengguna.
Pengguna bisa menyela dan mengajukan pertanyaan kapan saja, dan host virtual akan menjawab secara kontekstual.
Di perangkat Android dan iOS, Copilot sekarang dapat “melihat” gambar di galeri atau kamera ponsel dan menjawab pertanyaan tentangnya.
Baca juga: Tiga istilah terkait pusat data yang perlu dipahami masyarakat awam
Sementara itu, di Windows, aplikasi Copilot terbaru dapat membaca tampilan layar desktop untuk membantu mencari, mengatur file, hingga mengubah pengaturan. Fitur ini akan mulai dirilis untuk pengguna program Windows Insider minggu depan.
Fitur baru lainnya adalah Pages, yang mirip dengan ChatGPT Canvas dan Claude Artifacts dari Anthropic. Pages memungkinkan pengguna menyusun catatan dan riset ke dalam sebuah kanvas visual yang bisa diubah menjadi dokumen oleh Copilot.
Melengkapi Pages adalah fitur Deep Research, yang memungkinkan Copilot mencari, menganalisis, dan menggabungkan informasi dari berbagai sumber online, dokumen, dan gambar untuk menjawab pertanyaan kompleks, mirip dengan fitur riset mendalam pada ChatGPT dan Gemini.
Terakhir, Copilot kini dapat mengingat lebih banyak hal tentang penggunanya. Microsoft menyatakan bahwa Copilot akan mencatat preferensi selama interaksi, dan memberikan “solusi yang disesuaikan,” “saran proaktif,” serta pengingat otomatis.
Jika pengguna merasa tidak nyaman dengan chatbot yang menyimpan informasi pribadi, Microsoft memastikan bahwa fitur ini dapat dikontrol sepenuhnya. Pengguna bisa menghapus “memori” tertentu atau menonaktifkan fitur memori secara keseluruhan melalui dasbor kontrol.
Baca juga: Microsoft umumkan penghentian permanen layanan Skype
Baca juga: Microsoft umumkan akan tutup Skype pada 5 Mei 2025
Baca juga: Perusahaan AI UEA dan Microsoft Luncurkan Yayasan Tata Kelola AI
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025