Jakarta (ANTARA) - Kita semua ingin tetap sehat, dan mengonsumsi suplemen vitamin mungkin terlihat seperti cara cepat dan mudah untuk mengisi kekurangan nutrisi. Namun, ada hal yang mengejutkan, tidak semua suplemen vitamin seaman atau bermanfaat seperti yang terlihat.
Laman TimesofIndia, Sabtu, melaporkan bahwa faktanya, beberapa suplemen yang paling umum dapat mengacaukan kesehatan usus kita secara diam-diam dan membuat kita merasa lebih buruk dari waktu ke waktu.
Usus kita seperti pusat komando untuk kesehatan kita secara keseluruhan. Ini bukan hanya tentang pencernaan, tetapi juga berdampak pada suasana hati, kekebalan tubuh, dan bahkan tingkat energi kita.
Baca juga: Buah yang mengandung vitamin A
Namun, ketika suplemen sintetis tertentu mengganggu sistem yang sensitif ini, suplemen tersebut dapat memicu masalah yang tidak pernah diduga.
Berikut adalah tiga suplemen vitamin seperti itu, menurut Dr Janine Bowring, ND, seorang dokter naturopati yang harus kita waspadai dan apa yang bisa Anda lakukan sebagai gantinya.
Multivitamin sintetis
Banyak multivitamin yang dijual bebas adalah sintetis. Jika melihat daftar bahan dan ada nama-nama seperti Vitamin A sebagai Retinyl Palmitate atau Vitamin B6 sebagai "Pyridoxine Hydrochloride", itu adalah tanda bahaya. Ini adalah versi buatan laboratorium, bukan jenis yang secara alami didapat tubuh dari makanan.
Baca juga: 10 sumber makanan yang kaya kandungan vitamin E
Bentuk-bentuk sintetis ini dapat mengiritasi lapisan usus, mengganggu keseimbangan bakteri baik, dan dalam beberapa kasus, bahkan membebani hati dari waktu ke waktu.
Bahan-bahan ini lebih sulit diuraikan oleh tubuh, yang berarti alih-alih menyerap nutrisi, tubuh malah kesulitan untuk mendetoksifikasi.
Apa yang bisa dilakukan sebagai gantinya?
Pilih lah multivitamin berbasis makanan utuh. Multivitamin ini dibuat dari sumber makanan yang terkonsentrasi dan jauh lebih lembut untuk sistem pencernaan.
Baca juga: Tiga cara mudah tingkatkan vitamin D di musim hujan
Lebih baik lagi, coba lah untuk mendapatkan sebagian besar vitamin dari makanan asli seperti sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Alam melakukan yang terbaik.
Vitamin B12
Vitamin B12 sangat penting untuk energi dan kesehatan saraf. Namun, jika label suplemen menyebutkan “cyanocobalamin”, itu adalah versi sintetis yang mengandung sedikit sianida.
Meskipun dosisnya rendah, asupan rutin dapat mempengaruhi jalur detoksifikasi dan dapat mengiritasi usus dan hati kita, terutama jika tubuh kita sedang stres.
Baca juga: Buah dan sayur ini mengandung lebih banyak vitamin C dibanding jeruk
Tidak berhenti sampai di situ. Orang dengan masalah usus seperti IBS atau asam lambung rendah bahkan mungkin tidak dapat menyerap bentuk B12 ini dengan baik, sehingga hanya menambah ketidakseimbangan.
Apa yang harus dipilih:
Selalu cari “methylcobalamin” atau “hydroxocobalamin” — ini adalah bentuk B12 yang lebih alami dan tersedia secara hayati.
Selain itu, coba lah untuk memasukkan lebih banyak makanan kaya B12, seperti telur, produk susu, dan ikan ke dalam menu makanan. Makanan fermentasi seperti dadih juga dapat membantu kesehatan usus sekaligus meningkatkan penyerapan B12.
Baca juga: Lima manfaat jeruk untuk kesehatan
Magnesium stearat
Magnesium stearat bukan lah vitamin itu sendiri, melainkan zat tambahan yang umum digunakan dalam banyak suplemen untuk membantu pil meluncur dengan lancar melalui mesin-mesin manufaktur.
Kedengarannya tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi pengganggu yang diam-diam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa magnesium stearat dapat menciptakan biofilm dalam usus, yang mencegah penyerapan nutrisi yang tepat.
Hal ini juga dapat mengurangi keefektifan probiotik dan merusak penghalang pelindung usus dari waktu ke waktu.
Baca juga: Kekuatan vitamin K dan sumber makanannya
Apa pilihan yang lebih baik?
Cari suplemen tanpa bahan pengisi atau aditif seperti magnesium stearat, titanium dioksida, atau pewarna buatan.
Merek yang bertuliskan “label bersih” atau “bebas zat aditif” adalah pilihan yang lebih aman. Sekali lagi, memilih nutrisi dari makanan utuh adalah standar emas.
Sangat mudah untuk terjebak dalam perangkap suplemen, terutama dengan label yang menarik dan klaim yang tinggi. Tapi kesehatan usus terlalu berharga untuk dipertaruhkan.
Hanya karena sesuatu diberi label sebagai “vitamin” bukan berarti itu selalu sepenuhnya baik. Selalu baca labelnya, tanyakan apa yang ada di dalamnya, dan jika ragu, pilihlah makanan daripada pil.
Jika tidak yakin, bicara lah dengan ahli gizi yang berkualifikasi atau ahli pengobatan fungsional untuk mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan tubuh.
Terkadang, lebih sedikit lebih baik, dan makanan yang bersih dan kaya nutrisi dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik daripada rak yang penuh dengan suplemen sintetis.
Baca juga: Buah dan sayur ini mengandung lebih banyak vitamin C dibanding jeruk
Penerjemah: Pamela Sakina
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025