Merek Jerman jadi eksportir mobil terbesar Amerika Serikat

5 days ago 9

Amerika Serikat (ANTARA) - BMW sempat menjadi sorotan pada akhir tahun lalu ketika Federal Bureau of Investigation (FBI) memutuskan bahwa armada mobil Chevrolet mereka sudah cukup digunakan dan menggantinya dengan mobil BMW.

Kini merek tersebut kembali menjadi perhatian, karena operasi manufakturnya di Amerika Serikat (AS) menempati posisi teratas sebagai eksportir otomotif terbesar Amerika berdasarkan nilai pada tahun 2025.

Hal ini berdasarkan data dari United States Department of Commerce, dikutip Carscoops, Minggu. Sebagian besar mobil tersebut berasal dari pabrik BMW di fasilitas manufaktur BMW Spartanburg Plant di South Carolina: sebanyak 3 juta mobil dengan nilai total 113 miliar dolar AS (Rp1,9 kuadriliun) yang diproduksi antara tahun 2014 hingga 2025.

Pada tahun lalu saja, sekitar 200.000 mobil dikirim dari AS ke luar negeri dengan nilai ekspor mencapai 9 miliar dolar AS (Rp152,45 triliun).

Baca juga: BMW mulai uji coba produksi kendaraan Neue Klasse di China

Berita ini tentu membantu membenarkan besarnya investasi yang telah dikeluarkan, di mana BMW Group telah menghabiskan hampir 16 miliar dolar AS (Rp271 triliun) untuk operasinya di South Carolina. Selain menjadi sorotan karena nilai ekspor, lebih dari 52 persen mobil BMW yang dijual di AS juga berasal dari pabrik Spartanburg tersebut.

Tahun lalu, pabrik yang berfokus pada produksi SUV dan crossover ini memproduksi hampir 50.000 unit di bawah kapasitas produksinya yang mencapai 450.000 unit. Para pekerja di sana merakit 412.799 model X pada tahun 2025, yang menjadi jumlah produksi tertinggi ketiga dalam sejarah lebih dari 30 tahun pabrik tersebut, sekaligus menjadi kali ketujuh produksi mereka melampaui angka 400.000 unit.

BMW tekankan pentingnya “Perdagangan Bebas”

Di tengah pemberitaan yang didominasi oleh tarif dan perang dagang, manajemen BMW tampaknya secara tersirat kembali menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap manufaktur di AS tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya perdagangan bebas.

“Perdagangan bebas dan pasar terbuka memungkinkan pertumbuhan dan kemakmuran. Pabrik-pabrik kami, dan yang terpenting jaringan pemasok yang kuat di setiap wilayah, mendapatkan manfaat dari hal ini.” kata anggota dewan manajemen BMW AG yang bertanggung jawab atas produksi, Milan Nedeljkovic.

Baca juga: BMW iX3 dibekali AI Alexa yang dapat diajak berdialog layaknya manusia

Saat ini, fasilitas BMW Manufacturing South Carolina mendukung lebih dari 12.000 lapangan kerja di lokasi dan merakit lebih dari 1.500 kendaraan setiap hari, menjadikannya fasilitas produksi terbesar milik BMW Group di dunia.

Fasilitas ini mulai beroperasi pada tahun 1994, dengan dua bengkel pengecatan, satu fasilitas pengepresan, dua aula perakitan terpisah, dan tiga bengkel bodi.

Untuk lini kendaraan “Sports Activity Vehicles” milik BMW, fasilitas Spartanburg merupakan pusat global sekaligus bagian penting dari jaringan produksi global merek tersebut. Karena itu, kontribusinya sangat besar dalam memenuhi meningkatnya permintaan untuk BMW Sports Activity Vehicles dan Coupes di Amerika Serikat.

Meski demikian, terdapat beberapa fasilitas lain di AS yang juga menangani produksi, pemasaran, distribusi, dan penjualan kendaraan BMW.

Bisnis BMW Group di AS tersebar di 30 lokasi di 12 negara bagian, termasuk Designworks, BMW Manufacturing, BMW Group Financial Services, BMW i Ventures, serta BMW Technology Office USA.

Baca juga: BMW tarik ratusan ribu unit kendaraan terkait risiko kebakaran

Baca juga: BMW Indonesia lakukan kampanye teknis preventif sejumlah kendaraan

Baca juga: BMW pangkas harga untuk hadapi persaingan ketat di pasar China

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |