Medan (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tarutung di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mendapat tambahan pasokan air sebesar 50 liter per detik untuk melayani masyarakat di wilayah tersebut.
"Pasokan air bersih tersebut antara lain untuk masyarakat Kecamatan Tarutung dan Siatas Barita," ujar Dody di Tarutung, Sumatera Utara, Minggu.
Ia mengatakan tambahan pasokan air sebesar 50 liter per detik tersebut akan meningkatkan kapasitas SPAM Tarutung, dari sebelumnya 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik sehingga dapat melayani sekitar 11.000 keluarga di daerah tersebut.
"Kami menargetkan instalasi pipa untuk penambahan kapasitas 50 liter per detik tersebut dapat tersambung kepada masyarakat pada Agustus atau September 2026," ujarnya.
Baca juga: Menteri PU: Pembangunan GSW harus disertai larangan ambil air tanah
Baca juga: Menteri PU upayakan solusi cepat air bersih di Huntara Aceh Tamiang
Dody menambahkan dengan adanya penambahan kapasitas itu, diharapkan mampu memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat di Tarutung dan sekitarnya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar di Tapanuli Utara.
Sebelumnya, Menteri PU meninjau langsung SPAM Tarutung untuk melihat kondisi pengolahan air minum sekaligus membahas rencana peningkatan kapasitas produksi air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Ia juga meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk membantu proses penambahan kapasitas tersebut, termasuk dalam hal penyediaan lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan fasilitas penyediaan air bersih.
Baca juga: Menteri PU: SPAM Langkahan mulai alirkan air bersih untuk masyarakat
Baca juga: Menteri PU: Pemerintah prioritaskan pengerjaan sumur bor tempat ibadah
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































