Menteri PU: SPAM Lampahan aliri air bersih hingga Huntara Bener Meriah

1 hour ago 1

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bahwa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, Aceh sudah kembali fungsional pascabencana, bahkan sudah mengalirkan air bersih ke sejumlah hunian sementara (Huntara) setempat.

"SPAM ini (Lampahan - Bener Meriah) diperbaiki, sudah fungsional, hampir untuk 3.000-an keluarga," kata Dody Hanggodo, di Bener Meriah, Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Dody Hanggodo saat meninjau perbaikan kembali SPAM Lampahan yang sebelumnya rusak pascabencana banjir dan longsor, dikerjakan oleh Waskita Karya, di Bener Meriah, Aceh.

Sebagai informasi, SPAM Lampahan memiliki total kapasitas sebesar 30 liter/detik yang terdiri dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 20 liter/detik dan sistem non-IPA 10 liter/detik.

Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan air minum masyarakat serta untuk menjamin pemenuhan aspek kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan layanan, diperlukan rehabilitasi sistem eksisting.

Rehabilitas yang direncanakan melalui pembangunan IPA baru berkapasitas 20 liter/detik yang berfungsi untuk menggantikan sistem non-IPA yang saat ini beroperasi itu (10 liter/detik), karena system tersebut tidak memenuhi ketentuan dan standar teknis penyediaan air minum berlaku.

"Jadi disini kapasitas air ini 30 liter yang existing ya. 20 itu lewat isolasi pengolahan air (10 non pengolahan). Nah, kita harapkan nanti tetap akan kita olah. Karena kita pasang lagi 20 liter per detik lagi tambahan (termasuk pengganti 10 liter per detik non pengolahan)," ujar Menteri Dody.

Air dari SPAM ini, lanjut dia, tidak langsung dialirkan ke pemukiman penduduk, tetapi dilakukan pengelolaan terlebih dahulu agar bersih dari bakteri, selebihnya air di sana sudah cukup bagus.

Meski sudah fungsional untuk 3.000 rumah, tambah Dody, Kementerian PU terus mengupayakan penambahan baru supaya airnya semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat air bersih tersebut.

"Jadi harapan kita semua air yang disalurkan ke rumah itu tidak ada yang langsung disalurkan, tapi tetap diolah dulu. Karena bagaimanapun kalau SPAM terbuka seperti ini biasanya yang tinggi kan bakteri E coli-nya. Kalau yang lain-lain bagus," demikian Dody Hanggodo.

Baca juga: BNPB pasok kebutuhan pengungsi di huntara Beutong Ateuh Nagan Raya

Baca juga: 268 KK penyintas banjir di Nagan Raya Aceh sudah mulai tempati huntara

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |