Menteri Pertahanan tinjau perkembangan Proyek Mobil Nasional di Subang

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pelaksanaan pengembangan Proyek Mobil Nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu, guna melihat secara langsung progres pembangunan fasilitas manufaktur dan kesiapan pengembangan ekosistem industri otomotif nasional.

Dalam kunjungan kerja ke lokasi calon pabrik mobil nasional yang ditetapkan sebagai instalasi strategis nasional itu, Sjafrie menyimak penjelasan perkembangan yang diberikan Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa, yang membagi perkembangan itu ke dalam tiga tahap pembangunan, yaitu pada 2026 - 2028.

Santosa menyatakan rencana pengembangan kawasan industri terintegrasi yang pada tahap awal menargetkan kapasitas produksi hingga 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028, sebagai bagian dari visi jangka panjang menuju kapasitas produksi 300.000 unit per tahun.

“Kami telah sejak beberapa tahun lalu meletakkan investasi SDM (sumber daya manusia) untuk kepentingan proyek nasional ini, baik tingkat perencana, pelaksana hingga tingkat di atas itu,” katanya.

Kawasan pengembangan mobil nasional di Subang direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 539 hektare sebagai ekosistem manufaktur otomotif terintegrasi, mulai dari fasilitas pabrik, perkantoran, sarana uji, sarana perancangan dan pengembangan, hingga kebutuhan lainnya

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada area seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi 50.000 unit kendaraan per tahun, sedangkan kapasitas produksi pada tahap operasional penuh adalah 300.000 unit kendaraan setiap tahun.

Baca juga: Prabowo targetkan Indonesia produksi mobil nasional dalam tiga tahun

Dalam tanggapannya, Sjafri yang didampingi Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo B Revita, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, menegaskan pengembangan industri manufaktur strategis nasional merupakan bagian penting dalam memperkuat kemandirian industri nasional sekaligus mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.

“Kawasan Mobil Nasional merupakan instalasi strategis yang memiliki nilai penting dalam mendukung penguatan industri nasional, penguasaan teknologi, serta pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi,” katanya.

Ia juga menerima paparan terkait lokasi yang direncanakan menjadi fasilitas utama produksi, termasuk area manufaktur, pusat rekayasa kendaraan, fasilitas pengujian, serta sarana pendukung lainnya yang menjadi bagian dari master plan pengembangan kawasan.

Dari berbagai aspek, pengembangan proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Subang dan sekitarnya melalui peningkatan aktivitas industri, tumbuhnya rantai pasok setempat, serta mendorong investasi lanjutan di sektor manufaktur.

Dari sisi serapan tenaga kerja, menurut dia, di antara banyak manfaat itu, keberadaan fasilitas manufaktur tersebut diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja hingga sekitar 2.000 orang tingkat sarjana dan teknisi.

"Selain itu kehadiran dan operasionalisasi proyek mobil nasional ini di sana juga memberi dampak pada penguasaan teknologi otomotif berbasis listrik," ujarnya.

Secara khusus, Sjafri berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat sinergi untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut, sehingga manfaat ekonomi, teknologi, dan industri dapat segera dirasakan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Baca juga: Menperin sebut mobil nasional mulai diproduksi tahun 2027

Baca juga: Bappenas: Indonesia masuki fase baru kemandirian industri otomotif

Baca juga: Pabrik mobil nasional jadi momentum bangkitnya industri otomotif RI

Pewarta: Ade P Marboen
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |