Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan bahwa pihaknya akan merangkul LSM lingkungan hidup untuk mengakomodasi usulan-usulan mereka dalam melaksanakan kebijakan pemerintah terkait pembangunan berkelanjutan.
"Urusan lingkungan hidup, tanpa kita berkolaborasi dengan civil society movement itu tidak mungkin, karena justru ide-ide cerdas, fakta-fakta di lapangan banyak terungkap dari mereka. Jadi kami mengintegrasikan pikiran-pikiran cerdas mereka (LSM lingkungan) ke dalam sebuah kebijakan, tapi tetap kita dalam pola atau framework pembangunan berkelanjutan," kata Menteri LH Jumhur Hidayat dalam acara bertajuk "Inspirasi Perjalanan Karya dan Bakti Negeri Prof. Dr. Emil Salim", di Jakarta, Senin.
Pihaknya pun menegaskan bahwa pemerintah tidak menolak gagasan atau usulan dari LSM lingkungan.
"Jadi clear-clear saja, tidak ada masalah. Saya senang berhubungan dengan civil society," kata Jumhur Hidayat.
Baca juga: Cegah Banjir dan Bangun Ketahanan Iklim, Menteri LH Targetkan Penanaman 2 Miliar Pohon
Ia menambahkan bahwa sejauh ini, Kementerian Lingkungan Hidup terus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu upayanya dengan memberikan sanksi terhadap 3.000 perusahaan karena mereka tidak mematuhi regulasi lingkungan.
"Lebih dari 3.000 entitas mendapatkan sanksi dari kantor ini," kata Jumhur Hidayat.
Bahkan menurut dia, ada 447 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan sanksi administratif dari KLH karena pemda mengabaikan tugas dan fungsinya dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Dalam acara tersebut, tokoh lingkungan hidup Indonesia Prof Emil Salim berpesan kepada Menteri Lingkungan Hidup agar menggandeng sejumlah LSM lingkungan dalam upaya pemerintah mengelola lingkungan hidup.
"Coba rangkul semua masyarakat-masyarakat itu. Rangkul Majelis Ulama, rangkul semua pemimpin-pemimpin masyarakat, LSM. Tidak ada titik tolak mereka. Alam takambang adalah guru. Mereka ini adalah di mana alam lingkungan hidup bukan obyek. Mohon Bapak Menteri Lingkungan, mungkinkah meneruskan semangat ini?" kata Emil Salim.
Baca juga: Menteri LH serukan pertobatan ekologis untuk atasi krisis lingkungan
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































