Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mendesak agar polisi segera menangkap laki-laki berinisial T (30), pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Kami mendorong agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Senin.
Pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam atas penganiayaan berat yang dialami korban.
Korban diduga mengalami penyiksaan selama tiga tahun oleh pelaku yang hingga kini masih buron.
"Kami sangat prihatin atas kondisi korban yang mengalami kekerasan keji dalam waktu yang sangat panjang hingga menimbulkan luka fisik dan psikis yang serius. Korban harus memperoleh perlindungan, pendampingan hukum, serta pemulihan yang maksimal," kata Arifah Fauzi.
Dalam kasus ini, korban diketahui telah hilang dan tidak dapat dihubungi keluarganya selama kurang lebih tiga tahun.
Selama periode tersebut, korban berpindah-pindah tempat tinggal dan diketahui hidup bersama terduga pelaku tanpa ikatan pernikahan.
Korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik, mulai dari pemukulan menggunakan tangan kosong hingga penganiayaan menggunakan benda tumpul dan benda tajam.
Akibat kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian kepala, wajah, dan kaki, gangguan penglihatan, kerusakan pada bibir yang menyebabkan kesulitan berbicara, serta gangguan fungsi kaki yang membuat korban tidak dapat berjalan normal.
"Pemulihan korban tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga kondisi psikologisnya. Karena itu, kami memastikan korban akan mendapatkan asesmen, layanan konseling, dan pendampingan psikologis yang dibutuhkan untuk membantu proses pemulihannya. Sementara keluarga korban akan mendapatkan dukungan psikologis agar dapat menjadi sistem pendukung utama dalam proses pemulihan korban," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Baca juga: UPTD PPA wujud nyata negara hadir tangani kekerasan perempuan - anak
Baca juga: Jawa Barat didorong segera miliki pelayanan terpadu perempuan-anak
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































