Washington (ANTARA) - Iran menolak tuntutan Amerika Serikat (AS) agar menyerah tanpa syarat dan menegaskan akan terus mempertahankan diri selama diperlukan, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Minggu (8/3).
Pada Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak akan menandatangani perjanjian apa pun dengan Iran dan tidak akan menerima apa pun selain “penyerahan tanpa syarat”.
“Kami tidak pernah menyerah. Kami tidak akan menyerah tanpa syarat, dan kami akan terus melawan selama diperlukan," kata Araghchi kepada penyiar NBC News.
"Kami terus mempertahankan diri dan kami membela wilayah kami, rakyat kami, serta martabat kami. Martabat kami tidak untuk diperjualbelikan,” kata Araghchi.
Araghchi menambahkan bahwa Iran menilai masih terlalu dini untuk membahas syarat-syarat gencatan senjata dengan AS pada tahap saat ini.
“Harus ada pengakhiran perang secara permanen. Dan selama hal itu belum tercapai, saya pikir kami perlu terus berjuang demi rakyat kami dan keamanan kami,” ujar Araghchi.
Sumber: Sputnik/RIA Novesti-OANA
Baca juga: IRGC: Iran mampu lakukan operasi tempur intensif selama 6 bulan
Baca juga: Laporan: Israel siap serang Iran tanpa bantuan Amerika Serikat
Baca juga: Iran pangkas kuota bahan bakar setelah AS-Israel serang depot minyak
Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































