Menko Polkam pastikan pemerintah lindungi WNI di Timur Tengah

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pemerintah terus berupaya melindungi warga negara Indonesia (WNI) di daerah-daerah Timur Tengah yang saat ini sedang dilanda peperangan.

"Pemerintah memberikan upaya nyata dalam memberikan perlindungan maksimal kepada WNI, sekaligus memastikan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika konflik internasional," kata Djamari dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut dikatakan Djamari menyusul kepulangan WNI gelombang pertama dari wilayah konflik Timur Tengah, Selasa (10/3).

Sebanyak 22 WNI berhasil dipulangkan ke tanah air setelah menempuh perjalanan udara melalui jalur transit di Baku, Azerbaijan, sebelum akhirnya tiba di Jakarta.

Djamari menilai hal tersebut dapat terjadi berkat upaya pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan Republik Indonesia di kawasan yang terus memantau situasi keamanan di Timur Tengah serta memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terkoordinasi.

Djamari pun mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri RI beserta seluruh unsur terkait dalam proses evakuasi tersebut.

Dia memastikan seluruh unsur pemerintah akan terus meningkatkan pemantauan di wilayah Timur Tengah guna memastikan keselamatan WNI yang berada di sana.

"Pemerintah juga mengimbau para WNI yang berada di kawasan konflik Timur Tengah untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan RI setempat guna memastikan keselamatan dan kelancaran proses repatriasi," jelas Djamari.

Baca juga: Menko Polkam ajak semua pihak wujudkan ruang digital aman untuk anak

Baca juga: Menko Polkam pastikan SRMA di daerah punya fasilitas yang berkualitas

Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |