Tangerang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencetak dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi guna membuka peluang ekosistem karir di luar negeri.
"Saya mengajak BUMN-BUMN yang ada, dan Insya-Allah bersama Ketua Komisi VI, kita akan dorong BUMN semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri," kata Muhaimin di Tangerang, Jumat.
Menurut dia, peran BUMN bisa untuk memperkuat kompetensi para calon pekerja melalui program corporate social responsibility (CSR) yang ada, hal itu bisa sekaligus memperkokoh kualitas SDM melalui pengembangan keahlian.
Dengan menerapkan prinsip penguatan kompetensi, lanjut Muhaimin, dinilai bisa memacu produktivitas dan membuat perusahaan membuka lebih banyak peluang atau kesempatan kerja ke luar negeri sesuai kebutuhan setiap negara.
"Dan saya dengar talenta-talenta kita jauh lebih disenangi daripada pesaing-pesaing kita dari berbagai negara lainnya, karena talenta kita punya kultur yang bagus, talenta kita punya profesionalisme yang terukur dan teruji, talenta-talenta kita punya akhlak yang baik," ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi kepada BUMN yang terlibat menjalankan peningkatan kualitas SDM seperti PT Angkasa Pura, PT Kereta Api Indonesia, KP2MI, P3MI, atas kontribusi nyata dalam memfasilitasi pelatihan hingga penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).
Sedikitnya ada 200 calon pekerja migran skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur sebagai bagian dari strategi nasional memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global melalui program SMK Go Global.
Program SMK Go Global menjadi salah satu atensi khusus Presiden Prabowo Subianto yang diinstruksikan langsung kepada Menko A Muhaimin Iskandar setelah Rapat Kabinet pada 5 November 2025 lalu.
Program SMK Go Global yang berjalan hari ini adalah langkah awal, sebuah fase ploting yang didukung pembiayaan CSR BUMN.
"Dari sini, model program diuji dan disempurnakan, sebagai fondasi menuju implementasi skema reguler yang saat ini tengah disiapkan," ujar dia.
Mereka diberangkatkan melalui berbagai program kolaboratif, yang terdiri dari 50 orang melalui program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang melalui program CSR PT Kereta Api Indonesia, serta 120 orang melalui fasilitasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Pelepasan itu, lanjutnya, menjadi bagian dari implementasi kebijakan SMK Go Global, yang dirancang sebagai jembatan untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Menko Muhaimin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi konkret dari SMK Go Global yang dirancang untuk menyiapkan talenta Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menjadi representasi kualitas tenaga kerja nasional.
"Pelepasan hari ini adalah bukti nyata bahwa SMK Go Global menjadi kunci dalam membuka akses dan memperluas ekspansi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Kita ingin SDM kita mampu bersaing dan mengambil peluang di pasar kerja internasional," katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































