10 desa terendam banjir di Sirenja Donggala

2 hours ago 2

Palu (ANTARA) - Ratusan rumah di 10 desa wilayah Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terendam banjir akibat hujan deras pada Jumat petang.

"Banjir terjadi di 10 desa di Kecamatan Sirenja," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah Asbudianto, dalam keterangan tertulis di Palu.

Dia menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya sungai hingga menggenangi permukiman warga. Sejumlah desa terdampak cukup parah akibat kejadian itu, yakni Desa Balentuma tercatat sebanyak 177 unit rumah warga terendam banjir. Desa Tompe sekitar 150 rumah yang terendam. Desa Dampal sebanyak 30 rumah warga juga terdampak.

Kemudian, banjir juga melanda Desa Tanjung Padang sekitar 40 unit rumah terendam. Di Desa Lompio, sebanyak 60 rumah dilaporkan terdampak, sementara Desa Tondo sekitar 30 rumah terendam banjir.

Di Desa Lende Tovea selain merendam sekitar 35 rumah warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan kantor desa setempat.

Beberapa desa lainnya seperti Desa Jono Oge, Desa Lende, dan Desa Sipi masih dalam tahap pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah yang terdampak. Hingga saat ini, jumlah warga yang mengungsi juga masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya rumah warga yang terdampak," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Donggala tetapkan tanggap darurat bencana banjir di 6 kecamatan

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Donggala telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat desa di wilayah terdampak guna mempercepat penanganan.

Langkah awal yang dilakukan meliputi pendataan kerusakan, pemantauan kondisi warga, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat. Aparat setempat juga dilibatkan dalam upaya penanganan dan pengamanan wilayah terdampak.

Dalam penanganan lanjutan, BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya pengerahan alat berat untuk membantu pembersihan material pascabanjir serta normalisasi sungai guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Saat ini kondisi di lokasi dilaporkan mulai membaik. Hujan telah berhenti dan genangan air di sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai surut. Meskipun demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.

Baca juga: Hujan deras, enam desa di Sindue Kabupaten Donggala terdampak banjir

BPBD juga terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat desa untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh dampak bencana dapat ditangani secara menyeluruh.

Pewarta: Fauzi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |