Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memperkirakan Amerika Serikat akan menahan diri dari melancarkan operasi darat besar-besaran terhadap Iran dan mengakhiri operasi militernya dalam waktu dekat.
"Siapa pun yang ingin memberikan tekanan dalam situasi seperti ini harus punya beberapa pilihan. Setelah banyak negosiasi dengan AS, kami tak melihat Presiden Donald Trump serius mempertimbangkan operasi darat skala besar dan jangka panjang," kata Wadephul, Jumat (3/4).
"Saya memperkirakan AS akan menyelesaikan operasi militernya dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah mencapai tujuan militernya," katanya dalam wawancara dengan grup media Funke.
Pada Kamis, Trump mengatakan AS akan melancarkan serangan besar terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Pada Selasa, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pihaknya mempertimbangkan semua opsi dalam operasi militer terhadap Iran, termasuk kemungkinan melancarkan serangan darat.
Wadephul menolak mengomentari pernyataan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier yang menyebut serangan AS dan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional.
"Pemerintah AS harus menjelaskan penilaiannya kepada kami secara lebih terperinci. Kami menunggu klarifikasi tersebut setelah Paskah," kata Wadephul.
Ia juga menyatakan keprihatinannya atas pernyataan Trump mengenai kemungkinan AS keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Iran: Pasukan musuh tak akan selamat jika AS lancarkan invasi darat
Baca juga: AS siapkan skenario serangan darat ke Iran, Trump belum buat keputusan
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































