Menko Pangan: Pirolisis lengkapi PSEL tangani sampah nasional

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis untuk melengkapi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam mempercepat penanganan sampah nasional.

Menurut dia, kapasitas PSEL yang tengah dikembangkan belum dapat menangani seluruh timbulan sampah sehingga diperlukan teknologi pengolahan lain yang mampu mengubah sampah menjadi sumber energi.

“Persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Kita membutuhkan percepatan melalui intervensi teknologi. Karena itu, selain pembangunan PSEL, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi,” kata Zulhas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 telah mempercepat pembangunan PSEL di sejumlah daerah.

Baca juga: Danantara percepat transformasi sampah jadi energi lewat DPT Baru

Ia menyebut Indonesia akan memiliki 13 lokasi PSEL, termasuk fasilitas di Kota Palembang yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Namun, Zulhas menyebut kapasitas PSEL tersebut diperkirakan baru mampu menangani sekitar 22 persen timbulan sampah nasional sehingga dibutuhkan teknologi pengolahan pelengkap.

Salah satu teknologi yang didorong pemerintah adalah pirolisis, yakni proses pengolahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah yang telah menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan setara solar.

Pemerintah memperkirakan pemanfaatan teknologi tersebut secara lebih luas berpotensi membantu menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional.

Pengembangan teknologi pirolisis, lanjut Zulhas, juga dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah, termasuk dalam pengembangan proyek percontohan di lima wilayah.

Lima wilayah tersebut meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1 serta memperluas penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Menko Pangan mengatakan keberhasilan pengembangan fasilitas pengolahan sampah membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, dan kepastian pasokan sampah bagi fasilitas pengolahan.

Ia menilai percepatan pengolahan sampah diperlukan untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA sekaligus mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran saat musim kering.

Pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan nilai guna sampah.

“Kita ingin persoalan sampah tidak hanya selesai, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat. Dengan gotong royong dan kerja cepat, target itu dapat kita capai,” ucap Zulhas.

Baca juga: Dari tumpukan sampah menuju energi untuk industri

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |