Jepara (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
"Semua senang, semua bergembira. Anak-anak senang menerima makanan bergizi, termasuk pelajar SMA dan sederajat juga menyambut baik Program MBG," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jepara untuk meninjau pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah menengah atas/sederajat di Jepara, Jawa Tengah, Selasa.
Turut hadir Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wabup Ibnu Hajar dan jajarannya. Sedangkan sasaran kunjungan meliputi SMA Negeri 1 Jepara, SMK Negeri 3 Jepara, dan MAN 1 Jepara.
Ia menjelaskan secara umum pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah umum baik negeri maupun swasta sudah berjalan hampir menyeluruh. Sekitar 97 persen sekolah umum seperti SMP dan SMA telah mendapatkan layanan program tersebut. Namun, untuk sekolah berbasis agama atau madrasah maupun pondok pesantren, cakupannya masih perlu ditingkatkan.
Kendala utama yang dihadapi, kata dia, terkait pendataan siswanya yang belum lengkap. Sedangkan di sekolah umum relatif lebih lengkap sehingga proses distribusi program dapat berjalan lebih cepat.
Zulkifli yang juga menyempatkan berdialog dengan siswa memberikan motivasi kepada para siswa dengan bercerita tentang perjalanan makanan sebelum sampai ke meja makan.
Baca juga: Zulhas minta pemda dukung MBG dan jaga harga pangan selama Ramadhan
Melalui cerita tersebut, dia berharap para siswa dapat lebih menghargai makanan dan tidak lagi membuang-buang makanan. Makan makanan bergizi sangat penting bagi pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menilai Program MBG menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Pemerintah daerah juga siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar menjangkau seluruh sekolah di Jepara.
"Pemkab Jepara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait agar pendataan di sekolah-sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren, dapat segera diselesaikan sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaat Program MBG," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara Akhsan Muhyiddin mengatakan jumlah madrasah di Kabupaten Jepara mulai dari MI hingga MA, baik negeri maupun swasta sebanyak 580 madrasah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persennya mendapatkan layanan Program MBG, sedangkan 10 persen lainnya masih dalam proses pendataan dan penyesuaian program.
"Salah satunya MAN 1 Jepara yang hari ini (Selasa, 10/3) didatangi Menko Bidang Pangan. Insya Allah setelah Lebaran sudah dapat karena sudah masuk data SPPG," ujarnya.
Baca juga: Menko Bidang Pangan: SPPG ujung tombak program MBG
Ia berharap ke depan seluruh madrasah di Jepara dapat terlayani oleh program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi para siswa, diharapkan kualitas pendidikan di madrasah juga semakin meningkat dan berdampak pada kualitas belajar dan prestasi mereka.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































