Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) untuk bisa membuat masyarakat miskin naik kelas menjadi berdaya dan mandiri.
"Kita memastikan zakat, infak, dan sedekah, tidak hanya berhenti di saat Ramadhan dan berhenti sebagai karitatif, tetapi kita bergerak berdasarkan DTSEN. Kita dorong seluruh masyarakat kita naik kelas untuk berdaya dan mandiri. Kita peduli kepada yang miskin, sekaligus kita dorong mereka untuk berdaya," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam acara Selasar Hangat Harmoni Lintas Keyakinan Kolaborasi Joyful Ramadhan di Jakarta, Kamis.
Menko Muhaimin Iskandar mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah kemiskinan bangsa dengan menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
"Gerakan kebersamaan yang mengintegrasikan kekuatan pemerintah, lembaga zakat dan filantropi, dunia usaha, dan sukarelawan, yang terus bergerak adalah kekuatan yang saya yakin dan optimis bisa mengatasi problem kemiskinan bangsa kita," kata dia.
Baca juga: Kemenag ajak LAZ berbagi peran dalam memajukan Indonesia lewat zakat
Upaya ini penting karena saat ini masih terdapat 23 juta penduduk Indonesia yang belum sejahtera.
"Setidaknya 23 juta kaum belum sejahtera, masih dalam posisi kesulitan ekonomi, adalah tanggung jawab kita, dan itu menjadi bagian dari 8,25 persen penduduk bangsa kita masih mengalami kemiskinan, dan 0,85 persen masih ada dalam kemiskinan ekstrem," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa sendirian dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan bangsa, melainkan diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan multi-pihak.
"Pemerintah melalui kekuatan anggaran tentu akan terus bekerja keras menstimulus, memberikan perlindungan sosial, memberikan jalan keluar, tetapi tidaklah cukup. Diperlukan kolaborasi dengan seluruh filantropi, lembaga zakat. Sehingga forum ini menjadi penting, dimana ketokohan dan ajaran agama-agama kita sama, yaitu untuk bahu-membahu mengatasi dan menolong saudara-saudara kita yang belum beruntung," kata Menko PM Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Baznas dan Kemenko PMK bekerja sama berdayakan perempuan prasejahtera
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































