Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang kawasan ekonomi khusus (KEK) keuangan, International Financial Center (IFC) di Bali menjadi sumber pendanaan baru untuk proyek Danantara maupun untuk proyek-proyek swasta.
“Uang di situ (IFC) akan bisa dipakai berinvestasi di proyek Danantara yang banyak dan return-nya bagus. Atau di proyek-proyek di luar kawasan ekonomi itu dengan prospek yang bagus,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis.
Selain itu, Purbaya menyampaikan IFC juga bisa berinvestasi di surat utang negara (SUN). Oleh karena itu, ia meyakini IFC dapat menjadi sumber pembiayaan pembangunan bagi pemerintah maupun swasta.
“Kalau (dananya) ditaruh di situ aja, nggak ngapa-ngapain, dia nggak akan dapat 'return'. Paling ya harusnya ditaruh di tempat saya (SUN), tempat di sektor finansial lain, tapi yang paling menarik kan di sektor riil,” ucap dia.
Untuk menarik minat pemilik modal, Purbaya menawarkan insentif pembebasan pajak atas aset investor global yang masuk ke KEK keuangan dan akan memberlakukan hukum tertentu di kawasan tersebut.
Baca juga: Menkeu Purbaya tengahi kendala lahan proyek PLTS Terapung Saguling
Baca juga: Purbaya siapkan dana stabilisasi obligasi untuk stabilkan rupiah
Ia meyakini kebijakan pembebasan pajak tidak akan mendatangkan kerugian bagi Indonesia. Purbaya menekankan bahwa IFC hanya akan membutuhkan lahan kurang lebih 100 hektare.
Inti dari pembentukan IFC tersebut, tutur Purbaya, adalah kemampuan IFC untuk mendanai proyek-proyek lainnya di luar kawasan tersebut.
“Dan itu akan didesain dalam waktu tidak terlalu lama. Akan segera dijalankan itu,” ucap Purbaya.
Pemerintah tengah mematangkan regulasi pembentukan KEK sektor keuangan di Bali sebagai landasan pengembangan pusat keuangan internasional.
Pengembangan tersebut antara lain diarahkan di KEK Kura-Kura Bali yang disiapkan untuk mendukung ekosistem pusat keuangan global.
Hingga triwulan I 2026, kawasan KEK di Bali telah mencatat realisasi investasi mencapai Rp5,37 triliun dengan penyerapan tenaga kerja ribuan orang, menunjukkan potensi pengembangan sektor berbasis investasi bernilai tambah.
Baca juga: Menkeu Purbaya targetkan penerbitan Panda Bond bulan depan
Baca juga: Purbaya siapkan insentif mobil listrik berupa PPN DTP 40-100 persen
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































