Menekraf: Kreativitas tidak bisa dikunci harganya

4 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa karya kreatif tidak dapat dinilai dengan pendekatan harga yang seragam karena bergantung pada berbagai faktor dalam proses penciptaannya.

“Output-nya adalah bagaimana dalam pedoman ini bisa menjelaskan bahwa kreativitas itu tidak nol harganya dan juga tidak bisa dikunci harganya karena tergantung hasil kreativitas,” ujar Menekraf setelah pertemuan dengan Amsal Sitepu di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah saat ini tengah menyusun pedoman jasa ekonomi kreatif sebagai acuan bersama dalam memahami karakteristik dan nilai ekonomi dari karya kreatif.

Menurut dia, penentuan harga dalam sektor ini tidak bisa disamakan karena dipengaruhi sejumlah variabel, mulai dari lokasi kerja hingga tingkat pengalaman pelaku.

“Kalau dikunci harganya, ada beberapa variabel yang tidak bisa kita samakan, seperti wilayah, pengalaman apakah pemula, junior, senior, atau master,” katanya.

Baca juga: Menteri Ekraf dorong semua genre film termasuk bahasa daerah

Selain itu, jenis pekerjaan juga menjadi faktor penting dalam menentukan nilai jasa kreatif, termasuk perbedaan antara pekerjaan di dalam ruangan dan luar ruangan dengan tingkat risiko yang berbeda.

“Belum lagi jenis pekerjaannya apakah indoor atau outdoor, misalnya foto studio dengan yang menggunakan drone di alam terbuka, itu tentu berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah berhati-hati dalam merumuskan pedoman agar tidak mengekang fleksibilitas industri kreatif yang terus berkembang.

“Kami sangat hati-hati, jangan sampai mengunci sebuah harga justru akan mengurangi penghargaan terhadap hasil kreativitas itu sendiri,” katanya.

Dalam proses penyusunan pedoman tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif juga melibatkan asosiasi profesi, pelaku industri, hingga akademisi untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.

Pemerintah berharap pendekatan ini dapat meningkatkan pemahaman berbagai pihak terhadap nilai ekonomi karya kreatif sekaligus mendorong ekosistem industri yang lebih sehat.

Baca juga: Menekraf sambut baik film yang bawa pesan moral melalui visual

Baca juga: Menekraf: Ekonomi kreatif perlu dikelola berbasis data

Baca juga: Menekraf tegaskan ekraf sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |