Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengingatkan bahwa Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan desa agar tepat sasaran.
"BPD miliki peranan yang sangat penting untuk mengawal proses pembangunan desa," kata Mendes Yandri saat menghadiri Dies Natalis Ke-27 BPD di Jakarta, Kamis.
Sejalan dengan itu, ia berharap Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) terus mengawal pelaksanaan peran strategis dari BPD itu.
Dia juga berharap PABPDSI dapat menjalin kolaborasi dengan lintas sektor untuk mengoptimalkan pembangunan di desa, mengingat jumlah desa yang mencapai 75.266 membutuhkan keterlibatan sejumlah pihak.
Lebih lanjut, Mendes Yandri mencontohkan PABPDSI dapat menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya untuk memerangi bahaya narkoba yang mulai masuk ke wilayah desa. Selain itu, ujarnya menambahkan, BPD dan seluruh pemangku kepentingan terkiat juga dapat berkolaborasi menyukseskan program prioritas pemerintah saat ini, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
"Apalagi, program prioritas itu ujungnya untuk kesejahteraan warga desa," ucapnya.
Baca juga: Mendes ajak keluarga besar Kemendes sukseskan program prioritas
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama (Sestama) BNN Tantan Sulistyana mengajak BPD untuk menyukseskan program Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Program itu merupakan program memerangi bahaya narkotika yang telah memasuki wilayah desa.
Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Nurjaeni mengungkapkan lima prioritas peran BPD menyukseskan MBG.
Pertama, kata dia, BPD berperan mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program MBG untuk memastikan layanan berjalan baik, higienis, aman pangan, tepat sasaran, dan akuntabel.
Kedua, BPD juga dapat mengawal rantai pasok MBG berbasis pangan lokal desa dengan menggerakkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan Koperasi Desa Merah Putih agar MBG menjadi penggerak ekonomi desa.
Ketiga, mengelola limbah dan sisa pangan SPPG secara berkelanjutan dengan mendorong pengolahan sampah organik, pemanfaatan sisa pangan, bank sampah, kompos, dan ekonomi sirkular desa agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Keempat, mengembangkan ekosistem energi pendukung SPPG, yaitu energi terbarukan, seperti biogas, panel surya, dan energi ramah lingkungan untuk operasional SPPG yang efisien dan berkelanjutan.
Kelima, mengedukasi masyarakat desa tentang pentingnya Makan Bergizi untuk membangun SDM desa yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Mendes ajak pemudik jadikan Idul Fitri katalisator pembangunan desa
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































