Mendagri dorong pemerataan ekonomi di seluruh kabupaten/kota se-Kepri

5 days ago 10
Rata-rata perekonomian di Kepri memang tinggi, tapi pertumbuhan ekonomi antarkabupaten/kota masih jomplang

Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian mendorong pemerataan ekonomi di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) supaya tidak terpusat di sejumlah daerah saja.

Tito menyoroti selama ini pertumbuhan ekonomi di Kepri masih ditopang tiga kabupaten/kota, yaitu di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun dan Kota Batam, dengan mengandalkan kawasan industri.

"Rata-rata perekonomian di Kepri memang tinggi, tapi pertumbuhan ekonomi antarkabupaten/kota masih jomplang," kata Tito saat menutup kegiatan Kepri Ramadhan Fair (KURMA) 2026 di Taman Gurindam 12 Kota Tanjungpinang, Minggu.

Tito menyebut kondisi ini menjadi tantangan bagi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan jajaran agar pemerataan pertumbuhan ekonomi di Bumi Melayu itu juga dirasakan daerah-daerah kepulauan, seperti Natuna, Anambas, Lingga termasuk Tanjungpinang.

Baca juga: Mendagri apresiasi KURMA jadi ajang pemberdayaan pelaku UMKM di Kepri

Baca juga: Pemprov Kepri lepas ekspor 800 kilogram ikan tujuan Australia

Pertumbuhan ekonomi keempat kabupaten/kota tersebut tercatat tidak secepat di Bintan, Karimun dan Batam.

Menurut Tito, Kepri merupakan daerah kepulauan terluas dengan kondisi geografis 96 persen. Letaknya sangat strategis karena berbatasan dengan negara-negara seperti Singapura dan Malaysia.

"Singapura termasuk negara sejahtera dengan daya beli yang tinggi. Ini menjadi peluang bagi Pak Gubernur menggaet warga negeri jiran itu berbelanja di Kepri, selain Johor Bahru," ungkapnya.

Sementara Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan IV 2025 yang mencapai 7,89 persen, atau di atas nasional sebesar 5,39 persen.

Amalia menyebut perekonomian Kepri tahun lalu menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dan peringkat ketiga nasional.

"Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi di Kepri tetap terjaga dengan baik meski berbasis kepulauan. Harga kebutuhan pokok masih bisa terkendali dengan baik," ungkap Amalia.

Selain ekonomi, Amalia menambahkan tingkat kemiskinan di Kepri per September 2025 juga turun hingga 4,62 persen, atau jauh di bawah tingkat kemiskinan nasional yang sebesar 8,25 persen.

Pemerintah pusat mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemprov Kepri bersama Pemerintah Kabupaten/kota serta semua pihak dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Pemprov Kepri teken pinjaman daerah Rp400 miliar dengan Bank BJB

Baca juga: Pelni prediksi puncak mudik rute Batam-Belawan pada 16 dan 19 Maret

Pewarta: Ogen
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |