Mendag: RI-Brasil pertimbangkan pembentukan PTA Indonesia-Mercosur

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah Indonesia dan Brasil mempertimbangkan pembentukan Indonesia-Mercosur Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai langkah awal yang pragmatis dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Mercosur.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brasil, Márcio Fernando Elias Rosa di Jaipur, India, Jumat (7/8), Budi berharap kerja sama tersebut nantinya dapat berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif.

"Kami juga berharap Brasil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia-Mercosur PTA," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Opsi Indonesia-Mercosur PTA diajukan Indonesia sebagai alternatif terhadap belum berjalannya negosiasi Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) secara efektif. Negara anggota Mercosur terdiri dari Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia.

Budi memahami dinamika di antara negara-negara anggota Mercosur, termasuk perbedaan pandangan mengenai format kerja sama perdagangan dengan Indonesia, turut mempengaruhi perkembangan proses negosiasi Indonesia-Mercosur CEPA.

Terkait perdagangan Indonesia dan Brasil, Budi menilai penguatan perdagangan kedua negara dapat membuka peluang akses pasar ke kawasan masing-masing.

Brasil dapat menjadi salah satu pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin, sementara Indonesia dapat berperan sebagai pintu masuk produk Brasil ke pasar Asia.

Baca juga: Mendag: BRICS sepakati mayoritas substansi perdagangan

"Kerja sama perdagangan Indonesia dan Brasil tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara, tetapi juga dapat membuka akses yang lebih luas ke kawasan masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Menteri Márcio mengapresiasi usulan Indonesia dan mengekspresikan sikap terbukanya untuk melanjutkan pembahasan kerja sama Indonesia-Mercosur. Selanjutnya, Brasil akan mempelajari usulan tersebut.

Pada Januari-Juni 2026, total perdagangan Indonesia dan Brasil tercatat 3,53 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 1,17 miliar dolar AS. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai 7,00 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Brasil sebesar 2,21 miliar dolar AS.

Produk utama ekspor Indonesia ke Brasil meliputi lemak dan minyak hewani dan nabati, kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, karet dan barang dari karet, serta bahan bakar mineral.

Sementara itu, impor utama Indonesia dari Brasil meliputi ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, kapas, tembakau, serta bijih, kerak, dan abu logam.

Baca juga: Mendag dorong RI-India perkuat akses pasar dan investasi

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |