Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah terus memperkuat daya saing produk nasional di tengah tantangan seperti tekanan nilai tukar rupiah, melalui percepatan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar produk domestik semakin kompetitif.
"Kita punya kesempatan di pasar ekspor. Kalau dengan pelemahan rupiah kita harapkan barang-barang kita justru mempunyai kompetensi di pasar internasional. Makanya kita ingin mendorong produk dalam negeri ini bisa terus masuk ke pasar internasional. Caranya gimana? Salah satunya sedang kita bahas tadi. Kita ingin mempercepat ratifikasi perjanjian dagang dengan semua negara,” ujar Mendag Budi usai rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, sejumlah perjanjian dagang telah selesai dibahas dan kini terus didorong proses ratifikasinya untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.
“Banyak yang sudah selesai, salah satunya tadi dengan Kanada. Kanada sudah selesai," katanya lagi.
Selain itu, ia memastikan kondisi kebutuhan pokok di dalam negeri masih terkendali di tengah dinamika ekonomi global saat ini, meski demikian pihaknya memastikan akan melakukan langkah antisipasi dengan baik.
“Jadi kita harus tetap optimis. Kalau sekarang, saya kira bahan kebutuhan pokok kalau di pasar masih relatif stabil," ujar Budi.
Adapun, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan kembali stabil.
"Yakin stabil," ujar Perry usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5)
Namun demikian, Perry tidak dapat memastikan kapan rupiah akan bergerak stabil.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo terkait kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan bagus, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga cukup aman untuk mendukung program prioritas.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa pondasi fiskal Indonesia dalam keadaan bagus. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan lebih melakukan sosialisasi kepada pasar modal, dan investor.
Baca juga: Kemendag pertemukan tiga UMKM dengan buyer tujuh negara
Baca juga: KKP: Rajungan Indonesia lolos standar AS hingga 2029
Baca juga: Kemenperin-LPEI perluas pasar ekspor IKM rendang lewat OVOP
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































