Mendag harap ekspor membaik di tengah gejolak harga minyak dunia

48 minutes ago 4

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berharap kinerja positif ekspor Indonesia bisa terjaga dan lebih baik lagi di tengah tren harga minyak dunia yang kembali menunjukkan kenaikan beberapa waktu terakhir.

“Memang kemarin sempat harga minyak naik lagi, seperti pada bulan April dan Mei kalau tidak salah. Ya, harapan kita, yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat, karena jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplus dari (komoditas) nonmigas,” kata Mendag di Jakarta, Selasa.

“Jadi yang migas jangan terlalu besar defisitnya, sehingga surplus ini bisa kita tingkatkan,” ujarnya menambahkan.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Juli 2026 mencapai 167,03 miliar dolar AS atau naik 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Baca juga: Kemenperin pacu industri mamin, bidik ekspor capai 83 mikiar dolar AS

Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 5,21 persen menjadi 160,01 miliar dolar AS. Sementara pada Juli 2026, ekspor mencapai 26,22 miliar dolar AS, naik 6,05 persen dibanding Juli 2025.

Demikian juga dengan ekspor nonmigas Juli 2026 naik 6,84 persen menjadi 25,43 miliar dolar AS.

Lebih lanjut, Mendag Budi mengatakan salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.

“Salah satu upaya agar bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor kita lebih besar lagi. Sekarang, antusiasme buyer yang mau datang (ke Trade Expo Indonesia 2026), sudah konfirmasi hadir lebih dari 4 ribu,” kata pria yang akrab disapa Busan itu.

Baca juga: Kepala Barantin lepas ekspor 30 ton komoditas perikanan asal Maluku

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa (22/9) seiring dinamika geopolitik menyusul potensi digelarnya dialog antara Amerika Serikat dan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pekan ini.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 0,22 persen ke level 100,57 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Oktober merangkak tipis 0,02 persen menjadi 95,8 dolar AS per barel, dan kontrak November yang lebih aktif diperdagangkan naik 0,14 persen ke 92,49 dolar AS per barel.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |