Tokyo (ANTARA) - Iran menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila Amerika Serikat mengambil langkah terlebih dahulu untuk meredakan tekanan militer, kata seorang pejabat senior Iran kepada Kyodo News pada Selasa.
Dia menyebut tawaran itu telah disampaikan kepada pihak mediator sebagai bagian dari upaya iran yang semakin gencar untuk menghidupkan kembali perundingan dengan AS.
Tawaran tersebut merupakan itikad baik dari pihak Iran untuk memulai kembali perundingan dengan AS demi mewujudkan berakhirnya permusuhan secara permanen antara kedua negara.
Baca juga: Prancis harapkan peran India di Selat Hormuz, sambut mediasi Pakistan
Dengan momen Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan ini, lanjut pejabat senior itu, Iran akan memanfaatkan agenda tersebut untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara yang selama ini berperan sebagai mediator.
Namun demikian, dia memastikan tidak akan ada pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela agenda PBB tersebut, meskipun upaya mencapai kesepakatan akhir terus diperjuangkan.
"Masih ada kemungkinan suatu kesepakatan dapat tercapai," katanya.
Dia juga mengingatkan AS untuk memperlihatkan keseriusan dan komitmen mereka jika ingin upaya diplomasi terus berjalan.
Sumber: Kyodo
Baca juga: AS "buka pintu" bagi Iran untuk kembali berunding
Baca juga: Qatar upayakan AS-Iran kembali berunding akhiri kebuntuan
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































