KPKP Jaktim upayakan penghematan air untuk jaga pertanian perkotaan

50 minutes ago 4

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur (Jaktim) mengupayakan penghematan air untuk menjaga ketahanan pertanian perkotaan di tengah musim kemarau.

"Antisipasi dilakukan melalui pemantauan kondisi tanaman dan ketersediaan air di lokasi urban farming, sekaligus mendorong kelompok tani untuk melakukan pengelolaan air secara efisien," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Taufik menyebut, sarana penampungan air juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air, sehingga penyiraman tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca.

Keberadaan tempat penyimpanan air menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan kelompok tani untuk menghadapi periode kemarau, terutama di lokasi yang tidak memiliki sumber air yang memadai.

Taufik menjelaskan, kelompok tani dan penggiat urban farming dapat menerapkan penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan tanaman, terutama pada pagi atau sore hari dan menghindari penyiraman berlebihan.

"Ini dapat dilakukan untuk menjaga kelembapan media tanam dan mengurangi penguapan. Untuk lahan tertentu, teknologi irigasi hemat air seperti irigasi tetes atau sprinkler dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan," jelas Taufik.

Selain itu, Taufik mengatakan, kondisi setiap lokasi berbeda-beda, sehingga tingkat kendalanya juga tidak sama.

Secara umum, keterbatasan air perlu diantisipasi terutama pada lokasi yang tidak memiliki sumber atau tempat penyimpanan air yang memadai.

"Pemantauan kondisi tanaman dan ketersediaan air di masing-masing lokasi menjadi penting agar apabila terdapat kendala dapat segera dilakukan penanganan," ucap Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menyebut, selama musim kemarau, masyarakat dapat memilih tanaman yang relatif lebih adaptif terhadap kondisi kering dan memiliki kebutuhan air yang tidak terlalu tinggi.

"Tanaman seperti cabai, terong, dan tomat. Namun, tetap perlu diperhatikan kondisi media tanam," ucap Taufik.

Taufik mengimbau, masyarakat harus tetap memperhatikan penyiraman tanaman dan fase pertumbuhan karena setiap tanaman membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyiapkan truk tangki untuk mengantisipasi krisis air bersih bagi warga yang mengalami kekeringan di lingkungan tempat tinggalnya.

"Kami akan mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki untuk membantu warga. Air menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi makhluk hidup," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Jakarta, Rabu (16/9).

Kusmanto memastikan, pihaknya terus bersiaga dan siap bergerak cepat membantu warga yang mengalami kekeringan.

Baca juga: KPKP Jaktim sebut pertanian perkotaan tetap berjalan saat kemarau

Baca juga: 200 peserta ikuti pelatihan olahan hasil pertanian di Jaktim

Baca juga: Jaktim periksa rumah makan lapo antisipasi peredaran daging HPR

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |