Mendag dorong desainer muda Kudus miliki brand dan perluas pasar

2 hours ago 2

Kudus (ANTARA) - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mendorong para desainer muda di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk tidak hanya bekerja sebagai pekerja lepas, tetapi juga membangun merek sendiri agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

"Penguatan industri kreatif dalam negeri perlu dilakukan dengan memperluas pemasaran produk lokal, termasuk melalui kerja sama dengan ritel modern. Langkah tersebut dilakukan agar karya desainer Indonesia, khususnya Kabupaten Kudus dapat masuk dan bersaing di pasar yang selama ini banyak diisi produk luar negeri," ujar Budi Santoso di Kudus, Kamis.

Ditemui seusai mengunjungi SMK NU Banat Kudus, SMK Raden Umar Said, dan SMK Wisuda Karya Kudus, ia mengatakan Pemerintah tengah mendorong business matching para desainer dengan ritel modern sehingga produk-produk desainer lokal bisa dijual.

"Kita kerja sama dengan asosiasinya agar karya anak bangsa bisa masuk, tetapi syaratnya produknya harus bagus," ujarnya.

Baca juga: Kementerian Ekonomi Kreatif berikan penghargaan kepada desainer

Ia menekankan kualitas produk menjadi faktor utama agar desain lokal mampu bersaing dengan produk asing yang banyak dijual di pusat perbelanjaan. Pemerintah juga berupaya mendorong secara bertahap agar produk dalam negeri semakin mendominasi pasar domestik.

Selain itu, Mendag juga mengingatkan para siswa yang bercita-cita menjadi desainer untuk membangun merek sendiri. Dengan memiliki brand, para desainer akan memiliki kendali lebih besar terhadap karya dan pemasarannya.

"Kalau terus menjadi freelancer, nanti yang menentukan adalah brand lain. Karena itu adik-adik harus punya brand sendiri yang nanti menguasai pasar," ujarnya.

Pemerintah juga menggalakkan penggunaan produk dalam negeri melalui berbagai program, salah satunya gerakan penggunaan produk lokal setiap Kamis di lingkungan kementerian.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |